Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan serah terima aset Barang Milik Negara (BMN) bidang Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan Olahraga dan Pasar (PSPPOP), di Kendari, Kamis (05/12/19).

Peserta kegiatan ini terdiri dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang berasal dari 12 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan adanya rehabilitasi dan renovasi sekolah madrasah serta perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, proses serah terima aset BMN sangat diperlukan. Kepala BPPW Sulawesi Tenggara Mustaba, menekankan pentingnya BMN dikelola berdasarkan prinsip pengelolaannya.

"Pengelolaan BMN perlu dikelola secara optimal dan dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, transparansi, efisiensi, akuntabilitas dan kepastian nilai," tegas Mustaba.

Lanjut Mustaba, bahwa pola penanganan BMN sesungguhnya terbatasi sesuai kewenangannya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik.

"Pola penanganan yang dilakukan Kementerian PUPR sebatas pada penyediaan infrastruktur bangunan perguruan tinggi sekolah dan madrasah. Hasil pembangunan akan diserahterimakan ke calon penerima hibah sedangkan pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah adalah gubernur/bupati/walikota," jelas Mustaba.

Kegiatan ini bertujuan agar semua barang milik negara tercatat dengan baik. Semua demi mewujudkan tertib administrasi dan mendukung terciptanya pengelolaan BMN pada rehabilitasi atau renovasi prasarana perguruan tinggi satuan pendidikan dasar dan menengah serta madrasah yang terdapat di 12 kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara. (BPPW Sultra/ari)