Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Sidodadi Kabupaten Muna akhirnya rampung. Permasalahan sampah di Kabupaten Muna sejak lama kerap mengundang riuh di masyarakat. Tidak adanya TPA sampah adalah masalah klasik yang menjadi alasannya.

Perjalanan panjang mewujudkan TPA  telah diinisiasi sejak tahun 2007. Diawali dengan koordinasi pada Pemerintah Kabupaten Muna untuk penyediaan lahan. Namun di tahun 2019 inilah, impian tersebut dapat terwujud.

TPA ini terdiri dari 9 item pekerjaan yang dibangun dengan teknologi modern, yakni sistem Sanitary Landfill. Sistem ini akan bekerja dengan pengurangan efek pencemaran lingkungan, udara dan kesehatan. Tidak tanggung-tanggung, kapasitas yang mampu ditampung mencapai 63.000 ton sampah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Mustaba dalam kunjungannya ke TPA Sidodadi Muna, beberapa waktu lalu.

Mustaba berharap Pemerintah Kabupaten berkomitmen dalam pengelolaan dan menyatakan ke depannya pengalihan status aset akan diserahkan.

"Kami mengharapkan komitmen Pemda. Sesuai SOP harus menyediakan sarana pendukung, seperti menyediakan loader. Tahun depan bisa ditambahkan jembatan timbang atau pengolahan tenaga listrik tenaga uap. Ini TPA sampah modern, harus kita syukuri dengan pemanfaatan sebaik-baiknya serta mendukungnya dengan berbagai kebijakan," ujar Mustaba.

Sementara itu, Bupati Muna L.M Rusman Emba, mengaku sangat mengapresiasi keberadaan TPA ini. Ke depannya, Rusman berjanji akan menyusun rencana kebijakan pengelolaan sampah secara terpadu.

"TPA ini sudah sangat lama kami nantikan. Semoga dapat menjadi solusi masalah sampah yang selama ini sulit terurai di daerah kami. Kami sangat bersyukur dan  tidak lupa mengucapkan terima kasih pada BPPW Sulawesi Tenggara. Insya Allah kami akan berkomitmen sesuai SOP dan akan menyusun rencana kebijakan sampah yang modern dan ramah lingkungan. Untuk loader, kami sudah ajukan di APBD 2020," janji Rusman.

Pengerjaan TPA ini melampaui target yang direncanakan. Dengan durasi kontrak 6 bulan, proyek senilai Rp13 miliar ini rampung lebih cepat. Dengan landfill yang tersedia saat ini diperkirakan akan menampung selama 7 tahun. Ke depannya akan terus dikembangkan dengan teknologi modern yang ramah lingkungan, dan juga dibangun beberapa landfill baru. (BPPW Sultra/ari)