Demi meningkatkan akses masyarakat perdesaan terhadap air minum aman dan sanitasi yang layak, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) terus dilakukan. Hal ini ditunjukkan pada Rapat Koordinasi Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalbar, Rabu (13/11/2019) di Pontianak.

Kegiatan ini dihadiri TFM di semua kabupaten di Kalbar, dan dipimpin langsung Kepala BPPW Kalbar Deva Kurniawan Rahmadi. Dalam sambutannya, Deva menuturkan, program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemerintah Desa, serta masyarakat.

"Pendekatan berbasis masyarakat menempatkan masyarakat berperan sebagai pelaku utama dan penentu dalam seluruh tahapan program ini.  Mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap operasional dan pemeliharaannya," ungkap Deva.

Mulai tahun 2016, program Pamsimas memasuki era ketiga. Tugas utama tim fasilitator saat ini adalah melakukan pendampingan pelaksanaan desa Tahun Anggaran 2016-2019, penyiapan desa-desa untuk Tahun Anggaran 2020, dan pendampingan desa keberlanjutan.

Deva mengatakan, untuk menghadapi pengakhiran program Pamsimas III di tahun 2020 ini, maka diperlukan Rapat Koordinasi Tim Fasilitator Masyarakat Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan TA 2019 dan Perencanaan TA 2020.

Rakor ini diperlukan sebagai media koordinasi dan informasi serta evaluasi kegiatan bagi pelaku Pamsimas, khususnya Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) kabupaten.

Mengingat pentingnya fasilitator dalam melaksanakan tugas pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat, maka fokus fasilitator masyarakat selanjutnya adalah bagaimana melaksanakan dan menjamin keberlanjutan program.

"Diharapkan pendampingan fasilitator kepada KPSPAMS agar berkinerja baik, sehingga jumlah desa merah dan kuning semakin berkurang," harap Deva. (firira/BPPW-KALBAR/ari)