Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataraan Ruang melaksanakan rapat koordinasi bersama Satker Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di kantor Dinas PUPR Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (08/10/2018).

Rapat dalam rangka pelaksanaan kegiatan penyusunan database bidang Cipta Karya Provinsi Papua Barat tahun 2018. Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Papua Barat Frengky O Isir dan dihadiri oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Yustus Indouw, Kepala Satker PSPLP Eduardus Halaseren, PPK Satker PKP Piter Boroh, dan perwakilan dari Satker PBL dan PSPAM serta  Randal Papua Barat. 

Frenky mengungkapkan data sangat penting untuk dijadikan sebagai dasar dan pedoman pelaksanaan pembangunan infrastruktur. “Selama ini data belum sama dan data kita masih minim. Makanya kita adakan rapat sebagai dasar untuk mendapatkan data base hari ini,” jelas Frenky. 

Lebih lanjut, Frengki mengatakan, seluruh laporan ke PU harus dilengkapi dengan aset. Dimana selama ini, setiap laporan yang dibuat harus dilihat asetnya. “Untuk memperbanyak data, kita bukan hanya Cipta Karya saja, melainkan ada Pengairan, Bina Marga juga masih kurang. Nantinya kita juga akan koordinasi dengan instansi terkait untuk melengkapi data,” ujarnya. 

Untuk memastikan data yang telah ada dengan asetnya, lanjut Frengky, pihaknya akan melakukan monitoring ke lapangan memastikan aset. 

Kepala Satker PSPLP Provinsi Papua Barat Eduardus Halaseren mengungkapkan, Cipta Karya Papua Barat belum lama ini difasilitasi oleh Randal PIP Papua Barat telah menggelar Workshop Pendampingan Satu Data. Data tersebut mencakup semua Satker sehingga diharapkan ada konektivitas dengan data di daerah. 

Selain itu, PPK Satker PKP Provinsi Papua Barat, Piter Boroh mengungkapkan, data tentang Kecipta Karyaan telah ada dalam aplikasi database Cipta Karya. Sehingga provinsi bisa mengaksesnya. Demikian pula data kawasan kumuh, sudah tersedia di Satker PKP. 

“Kalau bisa data ini disingkronkan dengan provinsi agar sewaktu-waktu dibutuhkan bisa dicek dalam SIM Cipta Karya,” terangnya. (Lilis Randal Pabar/ari)