Pemerintah Kota Banjarmasin, Perusahaan Daerah Air Limbah (PDPAL) Kota Banjarmasin bersama Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Pemaparan dan Penandatanganan Berita Acara Verifikasi Tahap III Program sAIIG di Kota Banjarmasin, di ruang rapat Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarmasin, Selasa (09/10/2018).

Kasatker PSPLP Provinsi Kalimantan Selatan Patmo Suryo Wiharto mengatakan, kegiatan ini diadakan pasca telah dilaksanakannya verifikasi sambungan rumah air limbah di kawasan Sungai Andai, Pekapuran oleh pihak sAIIG Pemerintah Australia di Kota Banjarmasin yang difasilitasi pihak Pemko dan Satker PSPLP Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dari hasil verifikasi tersebut, Patmo menyebutkan dari 1930 SR yang bisa terverifikasi 503 SR. Penanganan air limbah di Kota Banjarmasin memang menemui banyak kendala karena kurangnya pengetahuan warga tentang pentingnya penanganan air limbah. Saat ini jumlah bakteri e-coli di sungai Kota Banjarmasin sangat tinggi akibat kurang tertanganinya limbah yang langsung dibuang ke air sungai, baik lumpur tinja maupun sampah,” kata Patmo.

Lanjut Patmo, sebaiknya penanganan air limbah sendiri ditangani sejak dari level awal seperti kita liat menjamurnya perumahan di Banjarmasin, namun di perumahan tersebut tanki septiknya kurang memadai dan agak membingungkan jika diadakan penyedotan lumpur tinja karena lumpur tinja dari tanki septiknya tidak kedap tinja yang bisa mencemari air sungai dan tanah. Hal seperti ini bisa ditangani dimana saat perizinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus memuat soal penanganan air limbah tersebut dari tanki septik maupun dari air limbahnya. (HRD KALSEL)