Bupati Pringsewu Sujadi, meletakkan batu pertama pembuatan gedung prasarana program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Rabu (12/09/2018). Acara tersebut turut dihadiri oleh pamong dan tokoh masyarakat setempat, Kasatker PIPBM, PPK KOTAKU, serta Pokja PKP Pringsewu.

Dalam sambutannya Sujadi mengatakan, program KOTAKU merupakan program pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai program lanjutan dari program PNPM mandiri perkotaan. “Saat ini penanganan permukiman kumuh menjadi tantangan yang rumit bagi Pemerintah Kabupaten/Kota, karena selain merupakan masalah di sisi lain ternyata merupakan salah satu pilar penyangga perekonomian kota. Berangkat dari cita-cita bangsa dan memerhatikan berbagai tantangan yang ada, pemerintah menetapkan penanganan permukiman kumuh sebagai target nasional yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

“Dalam RPJMN 2015-2019 disebutkan bahwa salah satu sasaran pembangunan kawasan permukiman adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi nol hektar melalui penanganan kawasan permukiman kumuh. Kementerian PUPR dalam kurun waktu 5 tahun ke depan akan difokuskan untuk mewujudkan permukiman yang layak huni hingga tercapai seluruhnya tanpa menggusur,” ungkap Sujadi.

Sujadi menyampaikan, berbagai program pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR di antaranya adalah program KOTAKU serta program sanitasi dan air bersih. Permasalahan yang kerap terjadi saat ini di daerah adalah ketersediaan air bersih dan permasalahan daerah kumuh. Semua masyarakat harus memiliki rasa tanggung jawab untuk terwujudnya program KOTAKU dan mempunyai rasa memiliki, karena sejatinya Kabupaten Pringsewu bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, kelompok atau golongan, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama.

 “Dalam pelaksanaan kegiatan KOTAKU ini diupayakan tidak hanya mewujudkan kegiatan pembangunan, namun juga dapat menambahkan unsur estetika yang dapat meningkatkan rupa maupun keindahan lokasi kegiatan agar dapat menjadi kebanggaan masyarakat,” jelas Sujadi.

Sujadi berharap peletakkan batu pertama tersebut menjadi awal yang baik dalam upaya meningkatkan kemajuan sarana dan prasarana umum masyarakat Kabupaten Pringsewu, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Peletakkan batu pertama ini rencananya juga akan diikuti dengan pembangunan drainase dan jalan rabat beton di lingkungan Kelurahan Pringsewu Selatan. (Methariska – Randal Lampung/ari)