Sebagai bentuk dukungan pada Gerakan 100-0-100, Ditjen Cipta Karya melalui program Pamsimas III pada Tahun Anggaran 2017, melakukan fasilitasi air bersih ke warga masyarakat Desa Tirta Mulya, Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Berpenduduk 1.687 jiwa, Desa Tirta Mulya yang merupakan areal perkebunan sentra penghasil kelapa sawit dan karet yang memiliki kontur tanah rawa dan sebagian berpasir dengan kondisi air tanah asin dan cenderung berbau karat. Sutomo, warga Desa Tirta Mulya saat ditemui di kediamannya, Kamis (07/09/2018) mengatakan, bahwa untuk mendapatkan air sebenarnya tidak sulit hanya saja kualitas air yang ada tidak layak untuk dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Sebelumnya dalam keseharian kami menggunakan air sumur untuk beraktifitas. Dengan menggali tanah sampai kedalaman lebih dari 3 meter kami sudah bisa mendapatkan air, akan tetapi air yang sumur kami miliki rasanya asin dan bau karat,” tutur Sutomo. 

Sementara Kepala Desa Tirta Mula Supriyanto mengapresiasi adanya program Pamsimas III di Desa Tirta Mulya. “Kami berterima kasih dengan adanya program Pamsimas di desa kami ini, saat ini warga kami di dataran rendah sudah bisa menikmati air bersih meskipun belum seluruhnya terjangkau. Dengan adanya Pamsimas juga derajat kesehatan warga kami meningkat, warga kami sudah jarang terserang diare,” tutur Supriyanto. 

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh BPSPAM Desa Tirta Mulya untuk pengembangan jaringan layanannya. Sebagaimana diketahui bahwa dari 40 SR yang direncanakan sebelumnya, saat ini baru 50% yang terealisasi. Pengembangan jaringan terkendala pada ketersediaan water meter di distributor, meski minat warga Desa Tirta Mulya terhadap program Pamsimas sebenarnya tinggi. (Randal Bengkulu/ari)