Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Sarana dan Prasarana PSPLP Provinsi Gorontalo yang Telah Terbangun, Rabu (08/08/2018) di Gorontalo. Acara dibuka oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo.

Rapat koordinasi diikuti  sebanyak 40 orang peserta, yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten/Kota, Bappeda Kabupaten/Kota, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota, dan Dinas Perumahan Permukiman Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya, Handoyo mengungkapkan bahwa pentingnya target pencapaian RPJMN yaitu Gerakan 100-0-100 untuk lebih diprioritaskan apalagi terkait sanitasi dimana Provinsi Gorontalo sendiri untuk sanitasi di tahun 2017 baru mencapai 61%.

Selain itu, Handoyo juga mengharapkan agar seluruh dinas terkait agar dapat serius dalam peningkatan target RPJMN tersebut. “Saya mengharapkan keseriusan dari dinas terkait untuk peningkatan target RPJMN, seperti kita lihat pada pencapaian di tahun 2017 untuk sanitasi dari kegiatan ini dapat dihasilkan output yang dapat membantu meningkatkan target RPJMN sebanyak 31% sanitasi yang tersisa,” ungkap Handoyo.

Sementara, Kepala Satuan Kerja PSPLP Provinsi Gorontalo Wirda H Abas  mengatakan, bahwa pada tahun 2017 terdapat pembangunan IPLT, namun belum dimanfaatkan karena kekurangan fasilitas seperti truk tinja, karena untuk truk tinja sendiri adalah kewenangan kabupaten/kota, jadi diharapkan agar Pemda terkait bisa memfasilitasi kekurangan tersebut. Untuk masalah kelengkapan readiness criteria biasanya ada pada Surat Minat dimana seharusnya Surat Minat itu harus segera difasilitasi oleh Kabupaten/Kota dikarenakan kegiatan itu untuk Kabupaten/Kota sendiri. Selain itu, masalah kelengkapan readiness criteria juga sering terjadi pada dokumen SSK dan ketersediaan lahan.

”Kesimpulannya, dimohonkan kepada Dinas-Dinas dari kabupaten/kota terkait untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di daerahnya terkait sanitasi agar dapat meningkatkan target RPJMN sanitasi sebanyak 31% sisanya agar dapat mencapai 100% di tahun 2019 nantinya,” tutur Wirda. (Gorontalo/ari)