Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki komitmen untuk membantu Pemerintah Daerah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang air minum dan sanitasi.

Hal tersebut terlihat dari penyerahan bantuan sarana dan prasarana Direktorat Jenderal Cipta Karya kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Sabtu (07/07/2018). 

Plt. Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo mengungkapkan, Ditjen Cipta Karya mendorong Pemerintah Daerah dalam mengembangkan sistem penyediaan air minum melalui jaringan perpipaan, namun untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan jaringan perpipaan ini dapat dikembangkan sistem bukan jaringan perpipaan seperti modul terminal air dengan dukungan mobil tangki air. 

“Kami juga mendukung pelayanan akses aman air minum serta akses sanitasi layak. Urusan air minum sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, namun air minum dan sanitasi merupakan urusan yang bersifat konkuren, sehingga penanganannya masih ditangani bersama-sama, baik Pemda Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Pusat,” ujar Sri Hartoyo.  

Sri Hartoyo mengimbau, Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci tetap mengembangkan sistem penyediaan air minum dengan jaringan perpipaan secara permanen dan Pemerintah Pusat siap membantu program-program yang diusulkan. 

“Kita harapkan semaksimal mungkin Pemerintah Kabupaten/Kota dapat menangani sendiri penambahan cakupan pelayanan. Namun, dalam hal-hal tertentu bisa saja itu dimintakan bantuan pada Pemerintah Pusat ketika standar pelayanan minimal air minum di Kota Sungai Penuh ini belum tercapai, Pemerintah Pusat masih bisa membantu. Jadi intinya  Pemerintah Pusat membantu Pemda dalam mencapai SPM baik di bidang air minum maupun sanitasi,” jelas Sri Hartoyo. 

Sri Hartoyo menambahkan, sarana mobil tinja yang diberikan merupakan kelengkapan pokok untuk pengolahan air limbah dengan sistem setempat. Untuk itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci diimbau dapat memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan Mobil Tangki Air (MTA) dan mobil tinja serta nantinya dapat memelihara kedua sarana tersebut. 

“Bantuan yang diserahkan untuk Pemerintah Kota Sungai Penuh yakni 3 unit MTA dan 1 unit mobil tinja, sedangkan untuk Pemerintah Kabupaten Kerinci yaitu diserahkan 1 unit MTA dan 1 unit mobil tinja,” lanjut Sri Hartoyo. 

Sri Hartoyo mengharapkan, semakin timbulnya kemandirian Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelayanan air minum dan sanitasi baik persampahan, drainase permukiman, maupun air limbah. Pemda akan semakin mampu mencukupi kebutuhan pelayanan yang ada sesuai dengan SPM. Pemerintah Pusat akan selalu membantu Pemerintah Kabupaten/Kota yang memang responsif untuk melayani rakyatnya. Jika Pemerintah Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai prakarsa atau tidak responsif atas kebutuhan dasar tersebut, pihaknya akan mengalihkan, memprioritaskan Pemerintah Kabupaten/Kota lain yang lebih mempunyai prakarsa, inisitif atau responsif dalam melayani rakyatnya.(DM-Randal Jambi/bns)