Penikmat durian di Provinsi Kalimantan Selatan tentu tak asing jika mendengar nama Desa Biih yang terletak di Kabupaten Banjar. Jika musim durian tiba, baik masyarakat biasa maupun pejabat ramai mengunjungi desa yang berjarak tempuh 1,5 jam dari Kota Banjarbaru itu. Pengunjung biasanya berpiknik sambil makan durian yang bisa dibeli dengan harga lebih murah di Biih dan rasa lelah melewati jalanan menanjak dan rusak menuju Biih pun terbayar saat menyantap durian Desa Biih. Walau terkenal penghasil durian, Desa Biih cukup sulit mengakses air minum karena desa tersebut terletak di perbukitan sehingga program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) pada tahun 2017 masuk ke wilayah Agrowisata tersebut.

Muslihah, salah seorang warga RT 1 Desa Biih yang menikmati program PAMSIMAS mengutarakan sebenarnya program tersebut sudah mulai masuk pada 2010 tapi gagal karena bor sumurnya tidak bisa menembus tanah karena di bawah tanah banyak batu. Kemudian programnya lanjut lagi pada tahun 2014 tapi gagal lagi dan alhamdulillah pada program PAMSIMAS tahun 2017 kemarin berhasil mendapatkan sumber air. 

“Masyarakat sangat antusias saat sedang memasang tambahan 30 sambungan rumah lewat biaya swadaya dan memakai meteran, warga sangat senang karena biasanya bulan Oktober, November, dan Desember air ditempat kami kering. PAMSIMAS menjadi solusi air bagi kami yang tinggal di wilayah pegunungan seperti Desa Biih ini” ujar Muslihah. 

Kasatker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Ditjen Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh PPK Pengembangan Air Minum Anthony Magma, Rabu (11/04/2018) mengatakan percepatan pencapaian akses universal air minum pada tahun 2019 membutuhkan upaya bersama dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah desa dan masyarakat, termasuk pihak swasta (CSR). PAMSIMAS bisa menjadi solusi di daerah pinggiran yang tidak terjangkau aksesnya oleh Perusahaan Air Minum di Daerah (PDAM) dan harus dijaga sistem dan pengelolaannya sehingga PAMSIMAS terjaga keberadaannya. (Hrd Kalsel/ari)