Hari ketiga penyelenggaraan The Ninth World Urban Forum (WUF9) Jumat (09/02/2018), antusias berbagai pemangku kepentingan dari seluruh dunia semakin besar dalam mengikuti berbagai kegiatan. Hal ini terlihat dari penuhnya setiap ruangan dalam forum yang membahas mengenai topik-topik menarik seputar pembangunan berkelanjutan dan implementasi New Urban Agenda (NUA).

Salah satu agenda kegiatan dalam forum ini adalah training event yang bertujuan meningkatkan keahlian peserta dan memperluas pengetahuan tentang bagaimana mengelola perkotaan sebagai implementasi NUA.

Training yang mengangkat topik Implementing Local and Territorial Economic Development : Towards Competitiveness Cities ini menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman di bidang pengembangan ekonomi lokal dan daya saing kota antara lain Somik Vinay Lall, World Bank Global Lead, Territorial and Spatial Development dan Ahmed Eiweda, Urban Lead, World Bank.  Dijelaskan bahwa urbanisasi merupakan kesempatan bagi pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari fakta negara dengan kelas pendapatan menengah (middle income) merupakan negara yang mengalami urbanisasi lebih dari 50% serta semakin mengkotanya sebuah negara maka penduduknya akan sejahtera dan semakin rendah tingkat kemiskinannya.

Untuk menjadi kota yang memiliki daya saing yaitu bahwa daya saing merupakan sebuah new game. Dalam memainkan game tersebut, peraturan dari permainannya selalu berubah dan hanya dapat memenangkan permainan tersebut secara bersama. Hal ini bermakna bahwa menciptakan daya saing merupakan sebuah persaingan antar kota/wilayah/negara/daerah, dimana semua pemangku kepentingan memiliki peran penting untuk mencapainya. Dalam mencapai daya saing tersebut harus diperhatikan berbagai situasi dan kondisi yang selalu berubah, dan hanya dapat mencapainya jika ada sinergi bersama antar pemangku kepentingan.

Dalam menciptakan kota yang memiliki daya saing dan lapangan pekerjaan, terdapat 4 pendorong utama yaitu infrastruktur dan lahan, institusi dan regulasi, keahliaan dan inovasi serta dukungan usaha dan keuangan. Kunci daya saing kota yaitu bagaimana memastikan keempat pendorong ini dapat dipenuhi dengan baik. Jika terpenuhi maka investasi akan masuk dengan sendirinya. Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan strategi yang tepat untuk memenuhi keempat pendorong utama tersebut. Kota harus menghindari strategi yang sia-sia untuk dapat bersaing dengan kota lainnya.(DitBPB/kompuck)