The Ninth World Urban Forum (WUF 9) yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia tepatnya 7-13 Februari, merupakan forum terbesar pertama yang diadakan setelah New Urban Agenda (NUA) diadopsi melalui Konferensi Habitat III pada Oktober 2016.

WUF 9 diharapkan dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan dan masyarakat umum terhadap urbanisasi yang berkelanjutan, meningkatkan dan berbagi pengetahuan, best practice dalam pengelolaan kota dan urbanisasi, meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar pemangku kepentingan, serta sebagai wadah mobilisasi dan advokasi global dalam mencapai visi pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. 

WUF 9 telah dimulai dengan kegiatan Children and Youth Assembly,  bersama dengan Women Assembly dan Business Assembly pada Rabu 7 Februari 2018, bertempat di Kuala Lumpur Convention Centre. Kegiatan diawali  dengan Join Opening Session yang dibuka oleh Malaysian Minister of Urban Wellbeing, Housing, and Local Government, Tan Sri Noh Omar dan Executive Director of UN Habitat, Datok Maimunah Mohd Syarif. 

Dalam Children and Youth Assembly, pemuda mendiskusikan beberapa topik terkait implemantasi NUA dalam pembangunan perkotaan di antaranya Ideation and Design Thinking, Youth and Livelihood, Peace, Safety and Security, Human Rights and Participation, Indigenous Youth in The City The Challenges Facing Youth Migrants and Refugees Health and Livability, Urban Resilience and Climate Change, Cultural and Public Space. Puluhan pemuda Indonesia telah turut memberikan kontribusi aktif dalam bentuk ide, sanggahan dan masukan dalam berbagai topik tersebut. 

Children and Youth Assembly ini menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain, keberadaan pemuda merupakan bagian dari solusi dalam pembangunan berkelanjutan, pentingnya merespon kebutuhan pemuda dalam pembangunan, mendorong pemuda dalam membuat keputusan dan menjamin hak politik pemuda dan mengembalikan harapan pemuda di masa kini. Sedangkan Woman Assembly menghasilkan beberapa poin penting antara lain, menghilangkan deskriminasi dalam hukum dan berbagai kebijakan pemerintah diberbagai level, meningkatkan partisipasi wanita dalam pembangunan dan pemerintah, meningkatkan kapasitas data terkait wanita, memberikan dukungan finansial dalam berbagai sektor ekonomi. Kesimpulan ini menjadi fokus yang akan dibawa dan diperjuangkan oleh seluruh pemangku kepentingan bidang perkotaan dari berbagai belahan dunia dalam 6 hari penyelenggaraan WUF 9.(Ard)