Pulau Enggano merupakan bagian dari wilayah Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dan merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di Samudera Hindia. Karakteristik tanah di Pulau Enggano adalah tanah lempung berliat yang kering dan sulit menyimpan air membuat masyarakat kesulitan dalam memperoleh air bersih dimana kondisi eksisting di Pulau Enggano kapasitas air bersih yang termanfaatkan oleh masyarakat di Pulau Enggano hanya 7 liter per hari untuk 3000 jiwa.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional,  Pulau Enggano termasuk dalam 88 Kawasan Stategis Pariwisata Nasional (KSPN). Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satuan Kerja Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (PSPAM) Provinsi Bengkulu melaksanakan pembangunan infrastruktur berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) kapasitas 10 liter/detik guna mendukung kawasan tersebut. 

Kepala Satuan Kerja PSPAM Provinsi Bengkulu, Eko Kuncoro saat ditemui Kamis (30/11/2017) mengungkapkan, bahwa tujuan pembangunan IPA di Pulau Enggano ini adalah untuk memberikan layanan air bersih dan layak konsumsi bagi masyarakat di Pulau Enggano. 

“Untuk mempercepat penanganan kebutuhan air bersih di Pulau Enggano Satker PSPAM telah melakukan lelang dini untuk kegiatan di Pulau Enggano tahun 2018 karena Pulau Enggano merupakan salah satu kawasan yang tergolong sangat sulit air bersih dimana air yang terdapat di daerah ini sebagian besar adalah air payau dan mengandung zat kapur, dan mengingat Enggano merupakan salah satu dari 88 KSPN dimana air bersih merupakan salah satu pertimbangan Wisatawan untuk datang ke lokasi wisata,” terang Eko. 

Selain itu, Eko juga berharap dengan dibangunnya IPA dapat meningkatkan kapasitas air bersih sehingga peran Pulau Enggano sebagai kawasan pariwisata dapat terwujud dan berakibat meningkatnya jumlah kunjungan wisata ke Pulau Enggano. (Memo/Indah/Rdlbkl/ari)