Tanggal 3 Desember 1945 merupakan hari yang bersejarah bagi warga Departemen Pekerjaan Umum saat itu. Gugur tujuh orang karyawan yang berjuang mempertahankan kantor Departemen Pekerjaan Umum di Kota Bandung, yang dikenal sebagai Gedung Sate. Peristiwa ini kemudian dikenang dan diperingati sebagai Hari Bakti Pekerjaan Umum.

Sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang dibacakan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, pada upacara bendera, Senin (04/12/2017), menyampaikan bahwa untuk mengenang peristiwa 3 Desember 1945 maka diperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum. Saat ini para pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus berjuang untuk melanjutkan pengabdian mereka terhadap nusa dan bangsa. Perjuangan para generasi penerus ini telah diwujudkan dalam pengabdian terhadap negara untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan pembangunan yang giat dilaksanakan.

“Sebagai seorang abdi negara dan abdi masyarakat, sepatutnya kita meneladani sikap para pejuang atau pahlawan kita untuk bekerja keras, bekerja ikhlas, berjuang, memiliki jiwa kesetiaan dan cepat dalam melakukan tindakan, sebagaimana yang dilakukan pejuang pekerjaan umum dalam mempertahankan markas Departemen PU di Kota Bandung,” tutur Irianto.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Utara,  Suheriyatna mengungkapkan, rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Bakti PU ke-72 di Provinsi Kalimantan Utara melibatkatkan masyarakat luas diantaranya, mitigasi bencana lewat penanaman pohon dan penanganan sampah di kawasan kumuh Selumit Pantai, kampanye sanitasi, lomba futsal, lomba pidato dan sajak tingkat SMP/SMA, lomba mewarnai tingkat SD, pemeriksaan kesehatan gratis, senam dan jalan sehat dengan pembagian doorprize serta puncaknya tabur bunga di makam pahlawan.

“Sepatutnya kita selalu bersyukur dan menghargai jasa para pahlawan yang telah membangun dan membesarkan Indonesia dan Kalimantan Utara khususnya. Mari kita bangun daerah kita dengan mensinergikan dana dari APBD maupun APBN,” jelas Suheriyatna di taman makam pahlawan, Tanjung Selor. (hajar/randalkaltara/bns)