Tepat 72 tahun yang lalu sebanyak 21 orang pegawai yang ditugasi menjaga Gedung Sate di Bandung yang merupakan gedung Departemen Pekerjaan Umum saat itu, mendapat serangan dari pasukan sekutu dengan persenjataan berat. Namun, kekompakan, kebersamaan dan keberanian dengan daya juang tinggi dapat mempertahankan Gedung Sate dengan bertempur hingga tetes darah penghabisan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, saat upacara dalam rangka Hari Bakti PU ke-72 di Lapangan Korpri Provinsi Lampung, Senin (4/12/2017).

“Peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya tujuh orang pegawai PU, yakni Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Sapta Taruna. Hal itu menjadi tonggak sejarah, bukti dari semangat berbakti untuk bumi pertiwi. Militansi dan daya juang yang tinggi dari Pahlawan Sapta Taruna tersebut menjadi nafas setiap insan PUPR dalam bertugas, terlebih saat ini dimana pembangunan infrastruktur sedang digenjot untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain,” ungkap Sutono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pengelola Sumber Daya Air Provinsi Lampung Edarwan menegaskan, pegawai PU harus bekerja lebih keras untuk mencapai target pembangunan yang besar dan berkualitas dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Provinsi Lampung. Selain itu, infrastruktur harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus bertindak cepat dalam menanggapi permasalahan infrastruktur yang ada di masyarakat, yang masih terhambat segera dicarikan solusi sehingga dapat berfungsi tepat waktu dan memuaskan masyarakat. Kita juga harus bertindak tepat terkait dengan upaya mencapai sasaran yang harus diselesaikan sesuai standar kualitas dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan serta memperhatikan standar keselamatan dan keamanan. Saya mengajak seluruh jajaran di Provinsi Lampung untuk memikirkan kembali apa yang telah dan sedang dilakukan, serta apa yang harus dilakukan ke depannya dalam rangka membangun infrastruktur untuk mendukung pembangunan Provinsi Lampung,” tutup Edarwan. (Methariska Sylvia – Randal Lampung/bns).