Home Berita Cipta Karya Gelar Rakor dengan Bappeda Papua Barat

Cipta Karya Gelar Rakor dengan Bappeda Papua Barat

48 view | 16/02/2017 | Komentar

Ditjen Cipta Karya mengadakan rapat koordinasi lanjutan bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat di ruang rapat kantor Bappeda Papua Barat di Arfai Manokwari, Senin (13/2/2017). Ditjen Cipta Karya meminta agar daerah mendukung program nasional, khususnya di Provinsi Papua Barat, melalui program -program melalui pendanaan APBD.


PPK Perencanaan dan Pengendalian (Randal) Provinsi Papua Barat, Jamaludin Ugar mengatakan, Bidang Cipta Karya masih fokus pada realisasi gerakan 100-0-100, yakni 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak. 

“Semua Satker sektoral telah memiliki rencana aksi masing-masing demi mencapai gerakan 100-0-100. Untuk mencapai target tersebut, kami membutuhkan dukungan dana dari ABPD provinsi maupun kabupaten/kota,” jelas Jamaludin. Diakui Jamaludin, untuk mencapai target tersebut telah disusun rencana aksi daerah. 

Sementara, Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (Satker PSPAM) Provinsi Papua Barat, Gabriel Pandin mengungkapkan bahwa target pencapaian air minum sejak tahun 2014 mengalami peningkatan, dimana tahun 2015 mencapai 61 persen, tahun 2016 ditargetkan mencapai 64 persen, dan pada tahun 2017 ditargetkan mengalami kenaikan 2,5 persen.

Selain itu, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Provinsi Papua Barat, Alberth Nauw menambahkan, pihaknya membutuhkan data awal dan data target serta rencana tahun 2018. Data itu akan disampaikan dalam rapat nasional yang akan dilaksanakan di Makasar dengan harapan, tim dari Bappeda bisa mengawalnya agar program daerah bisa disetujui sesuai dengan program nasional. (Lilis Suryani-PPK Randal Papua Barat/ari)


Informasi

  • pbb memperkirakan bahwa di benua afrika sendiri, kehilangan 40 milyar jam per tahun untuk mendapatkan air; angka yang sama seperti jam kerja buruh di seluruh perancis.  (thewaterproject.org)

  • setiap rp13.000 yang diinvestasikan untuk pembenahan air dan sanitasi akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi antara rp39.000- rp442.000. (who)

  • secara global, kita menggunakan 70% persediaan air untuk pertanian dan irigasi, dan hanya 10% untuk penggunaan rumah tangga. (waterfortheworld.net)

  • hampir dua pertiga, atau 64% rumah tangga  mengandalkan perempuan untuk mendapatkan air jika tidak terdapat sumber air di rumah. (waterfortheworld.net)

  • 84% penduduk yang tidak memiliki akses ke air bersih, hidup di daerah perdesaan, di mana kehidupan mereka bergantung pada sektor pertanian. (waterfortheworld.net)

  • kurang dari 1 dari 3 orang di benua afrika memiliki akses ke toilet yang layak. (waterfortheworld.net)

  • lebih dari setengah sekolah dasar di negara-negara berkembang tidak memiliki akses ke air bersih dan fasilitas sanitasi.  tanpa toilet, anak perempuan sering putus sekolah ketika memasuki masa pubertas. (waterfortheworld.net)

  • pada negara-negara berkembang, sebanyak 80% penyakit berhubungan dengan kurangnya air bersih dan kondisi sanitasi yang buruk. (waterfortheworld.net)

  • 443 juta hari-hari sekolah hilang setiap tahun akibat penyakit yang menular melalui air. (waterfortheworld.net)

  • 1 dari 9 penduduk di seluruh dunia tidak memiliki akses ke air bersih dan air minum. (waterfortheworld.net)

  • 783 juta penduduk tidak memiliki akses ke air bersih, 37% dari penduduk tersebut hidup di benua afrika. (waterfortheworld.net)

  • pada banyak negara berkembang, perempuan dan anak-anak harus berjalan sejauh lebih dari 5,63 km setiap harinya untuk mendapatkan air. perempuan seringkali menghabiskan lebih dari 15 jam per minggu hanya untuk mendapatkan air. (waterfortheworld.net)

  • sekitar 2 dari 3 penduduk yang membutuhkan akses air bersih memiliki penghasilan kurang dari rp26.000 per hari-nya. (waterfortheworld.net)

  • 3,5 juta penduduk meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit yang ditularkan melalui air. (waterfortheworld.net)

  • 884 juta penduduk di dunia kekurangan akses ke persediaan air bersih. (waterfortheworld.net)

  • setiap rp13.000 yang diinvestasikan untuk pembenahan air/ sanitasi akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar rp104.000. (waterfortheworld.net)

  • setengah dari rumah sakit dunia diisi oleh pasien yang menderita penyakit akibat  air yang tercemar. (waterfortheworld.net)

  • lebih dari 5.000 anak-anak meninggal setiap harinya dikarenakan air yang kurang bersih atau lingkungan yang kurang sehat. (waterfortheworld.net)

  • 1,8 milyar penduduk masih kekurangan akses ke air bersih dan 2,5 milyar penduduk membutuhkan sanitasi yang layak. sejak tahun 1940, penggunaan air dunia telah meningkat empat kali lipat, sementara populasi dunia hanya meningkat dua kali lipat. (waterfortheworld.net)

  • hanya 0,5% dari sumber air yang mampu menyediakan kebutuhan air tawar dunia.  air tidak didistribusikan secara merata di seluruh dunia. kurang dari 10 negara yang memiliki 60% persediaan air tawar dunia. (waterfortheworld.net)

  • 82% penduduk yang tidak memiliki akses air bersih tinggal di daerah pedesaan, dan hanya 18% yang tinggal di daerah perkotaan. (water.org)

  • penyakit diare disebabkan oleh air yang tidak layak minum, kurangnya sanitasi, dan kurangnya kebersihan tangan, membunuh sekitar 842.000 orang per tahun di seluruh dunia, atau sekitar 2.300 orang per hari. (water.org)

  • masyarakat yang hidup tanpa akses ke air bersih di dunia, jumlahnya lebih dari dua kali lipat jumlah penduduk amerika serikat. (water.org)

  • 1 dari 9 orang atau 750 juta orang di dunia tidak memiliki akses terhadap air bersih. (water.org)

  • krisis air merupakan bencana dunia yang nomor 1 jika dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat. (water.org)


Shorcut Menu

LAKIP DJCK 2016
INFORMASI UMUM
INFORMASI KEGIATAN
BAHAN PUBLIKASI


SIM DJCK

KEMENTERIAN
SETDITJEN CIPTA KARYA
DIREKTORAT PSPAM
DIREKTORAT PPLP
DIREKTORAT PKP
DIREKTORAT BPB
DIREKTORAT KIP
INFRASTRUKTUR BERBASIS MASYARAKAT

STATISTIK PENGUNJUNG
  • 206.413
  • 412.972
  • 14
  • 1