TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

2012, PLPBK Tambah 237 Kelurahan

18/10/2011 Share Facebook Twitter

Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) yang teintegrasi dengan PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2012 ini akan memperluas pelaksanaannya ke 237 kelurahan. Sejak digulirkan Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2008 dengan nama Neighborhood Development (ND),  hingga 2011 ini PLPBK sudah diimplementasikan di 276 kelurahan yang tersebar di 64 kabupaten/kota. Masing-masing kelurahan mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat sebesar Rp 1 miliar dengan tetap menggunakan pendekatan tridaya.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Cipta Karya yang sambutannya dibacakan Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Guratno Hartono pada Sosialisasi Kegiatan PLPBK – PNPM Mandiri Perkotaan di Bandung (18/10). Acara juga menghadirkan Deputi Kementerian Koordinator Kesejahteran Rakyat Bidang Penanggulangan Kemiskinan Sujana Royat sebagai keynote speecher, dan Bupati Kendal Jawa Tengah Widya Kandi Susanti. Sosialisasi ini diikuti oleh unsur kementerian/lembaga, pemerintah provinsi (Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, Satker PBL, tim seleksi PLPBK), konsultan, perguruan tinggi, LSM, dan lembaga donor.

“PLPBK untuk menangani wilayah khusus, yaitu padat penduduk, konsentrasi KK miskin tinggi, kumuh, dan kinerja BKM yang berdaya. Karena itu lokasi yang akan diusulkan menjadi prioritas Pemda untuk segera ditangani,” kata Guratno.

Ia menjelaskan, hingga saat ini PNPM Mandiri Perkotaan telah memberdayakan 10.900 kelurahan yang belum pashed out. Dari jumlah itu, 18 BKM telah menjadi pilot project program PLPBK, sebelum akhirnya menjadi 267 kelurahan (sampai tahun 2011) dan ditambah lagi 237 kelurahan pada tahun depan.

“Besaran BLM sebanyak Rp 1 miliar per kelurahan dialokasikan untuk penataan lingkungan fisik sebesar Rp 700 juta, sisanya untuk kegiatan ekonomi, sosial, dan proses perencanaan. Dana ini hanya bisa  diberikan kepada BKM terpilih dengan kriteria seperti berdaya, mandiri, laporan keuangan baik, dan syarat lainnya,” kata Guratno.

Pada kesempatan yang sama, Sujana Royat mengatakan tahun 2010-2012 adalah fase kemandirian PNPM Mandiri, yakni menitikberatkan kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Kemandirian masyarakat ini diukur dengan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan formal kepada BKM, dan meningkatnya kemampuan mengelola pendanaan yang dipercayakan.

“Tahun 2014 adalah akhir dari program PNPM. Waspadalah terhadap aksi politisasi PNPM karena kami akan memberikan sanksi tegas,” tegas Sujana.

 

The Power of Dream

Prinsip luhur pemberdayaan masyarakat seperti yang diuraikan Sujana Royat, yaitu kekuatan mimpi (the power of dream) dan kekuatan memberi daripada meminta (the power to give) rupanya mengilhami warga kelurahan Sadang Serang Kecamatan Comblong Kota Bandung yang menjadi pilot project pertama program PLPBK tahun 2008. Dari alokasi Rp 1 miliar dan Rp 700 juta untuk pembangunan fisik, masyarakat berhasil menata permukiman kumuh dengan membangun jalan sepanjang 550 meter dengan rabat beton dan paving block.

“Pembangunan jalan ini tidak mudah karena harus membongkar dengan sadar bangunan permanen maupun semipermanen illegal untuk pelebaran. Selain itu juga kami bangun pagar pembatas, keermir, dan saluran. Totalnya memakan dana sekitar Rp 1 miliar, kekurangannya dari masyarakat dan sharing pemda,” ungkap Lurah Sadang Serang, Endang Koswara. (bcr)

Berita Terkait Komentar