Ditjen Cipta Karya - Jl. Pattimura No. 20. Jakarta Selatan, 12110. Phone/Fax. (021)72796578
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Ditjen Cipta Karya dan Bank Kalsel Tandatangani Kerjasama Rp 120 Miliar Untuk PDAM

20/07/2011 Share Facebook Twitter

Bank Kalimantan Selatan menyiapkan dana sebesar Rp 120 miliar  untuk kredit investasi PDAM dalam rangka percepatan penyediaan air minum. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono dengan Dirut Bank Kalsel H Juni Rif’at di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Selasa (19/7).  Penandantangan tersebut disaksikan oleh Walikota Banjarmasin H Muhidin dan Sekda Pemprov Kalsel. Kerjasama ini merupakan bagian dari amanah Perpres No.29/2009 tentang penjaminan subsidi bunga perbankan oleh pemerintah.

Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono mengatakan, program penjaminan subsidi bunga perbankan ini merupakan salah satu dari fasilitasi yang diberikan pemerintah kepada PDAM dalam rangka mencapai target MDGs 2015. Pinjaman tersebut diberi keringanan selisih suku bunganya, sehingga selisih antara BI rate dan bunga pasar maksimum 5% akan dijamin atau dibayar oleh pemerintah. Bank-bank yang telah bersedia adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).  Untuk pinjaman perbankan ini, sudah terdapat 5 PDAM yang mengajukan proposal, yaitu (Kab. Ciamis, Bogor, Lombok Timur, Tasikmalaya dan Malang)

Selain program penjaminan perbankan, masih terdapat fasilitasi lain yang diberikan pemerintah seperti program restruktuisasi utang, Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) dan juga hibah air minum. Selain itu pemerintah juga memberikan fasilitasi penyusunan Pra Feasibillity Study kepada PDAM yang mau melakukan pinjaman.

“Sampai saat ini Bank BNI, BRI, Mandiri dan BJB telah mengalokasikan dana dengan total Rp 3,8 Triliun. Saya harap PDAM dapat menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan pelayanan,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya pinjaman ini, PDAM setempat seperti PDAM Bandarmasih di Kalimantan Selatan dapat menggunakannya dengan baik. Ia juga  menantang pada Walikota dan Dirut setempat untuk menjadi PDAM pertama yang mencapai cakupan hingga 100%.

“Kita mengharap PDAM Bandarmasih bisa menjadi pelopor penyediaan cakupan pelayanan hingga 100%,” katanya.

Sebagai informasi, PDAM Bandarmasih merupakan PDAM dengan cakupan pelayanan tertinggi di Indonesia hingga 98%, dimana rata-rata cakupan PDAM baru 40%. Selain itu, PDAM pimpinan H Muslih ini juga telah menerapkan tarif Full Cost Recovery (FCR), manajemen profesional dan juga penggunaan sistem GIS untuk membantu penyambungan baru. (dvt)

Berita Terkait Komentar