Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Barat NEW!                         Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Gubernur Jabar Resmikan 4 Infrastruktur Cipta Karya di Sukabumi

08/04/2011 Share Facebook Twitter

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono meresmikan empat infrastruktur permukiman dan perumahan Cipta Karya yang dipusatkan di Lapangan Kabandungan, Kec. Kabandungan Kab Sukabumi Jabar, Kamis (5/4). Empat infrastruktur tersebut adalah, Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan(SPAM IKK) Kabandungan, Pengembangan Kawasan Agropolitan, Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaaan (PPIP) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PMPM) Perkotaan. Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya, Wakil Walikota Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi , Ketua DPRD Prov Jabar dan Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar.

SPAM IKK Kabandungan yang diresmikan memiliki kapasitas 20 L/detik yang melayani penduduk di tiga desa yaitu, Kabandungan, Cipeuteuy dan Desa Tugu Bandung. Pembiayaan SPAM ini berasal dari dana APBN, APBD Propinsi dan Kabupaten maupun PDAM dengan total Rp 7,4 miliar. Saat ini, SPAM tersebut  telah melayani  457 SR dan rencananya akan melayani sampai dengan 1800 SR atau 3.945 KK hingga 2012 nanti.

Untuk program PPIP,  infrastruktur yang dibangun berupa jembatan dan jalan desa yang tersebar di 19 desa sasaran di  11 kecamatan Kab. Sukabumi. Sementara, untuk agropolitan berupa pembangunan jalan poros desa di Kawasan Kadudampit Kabupaten Sukabumi dan Packing House.

 Ahmad Heryawan melihat target pemenuhan air minum di Propinsi Jabar dalam rangka mencapai target Millenium Development Goals (MDGs)  2015 masih rendah. Menurutnya, saat ini target air minum di perdesaaan baru mencapai 23% dari target 65%, sementara untuk perkotaan baru 40% dari target 80%. Untuk itu ia meminta kepada semua pihak untuk terus meningkatkan cakupan pelayanan air minum ini untuk mendukung target tersebut.

Terkait pembangunan SPAM IKK Kabandungan, ia berharap masyarakat Kec. Kabandungan dapat menikmati air minum yang layak sehingga kesehatan masyarakat dapat meningkat. Dengan kesehatan masyarakat yang meningkat maka kesejahteraan masayarakat juga akan meningkat.

“Dengan sehat, maka masyarakat akan jarang pergi ke puskesmas sehingga kesejahteraan dan perekonomian meningkat. Saya harap masyarakat dapat manjaga dan memelihara infrastruktur yang telah terbangun,” katanya.

Sementara itu Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana untuk kesejahteraan masyarakat dan kualitas permukiman menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten. Peresmian di Kec. Bandungan ini menunjukkan sinergi ketiganya.

“Saya harap program seperti ini dapat dikembangkan di seluruh Jabar, dengan begitu akan mempercepat upaya pemerintah dalam pembangunan ekonomi,” katanya.

Setelah peresmian tersebut, Gubernur Jawa Barat berkesempatan mengunjungi SPAM IKK Kabandungan untuk melihat lebih dekat proses pengolahannya. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur dan Ditjen Cipta Karya berkesempatan mencoba air minum yang dihasilkan dari SPAM tersebut. (dvt)

Berita Terkait Komentar