Ditjen Cipta Karya - Jl. Pattimura No. 20. Jakarta Selatan, 12110. Phone/Fax. (021)72796578
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Pembahasan Isu Stategis Bidang Perumahan, Permukiman Dan Pembangunan Kota

24/06/2010 Share Facebook Twitter
Asia Pasific Ministrial Conference on Housing and Urban Development (APMCHUD) menjadi wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan termasuk berbagi best practices yang telah dilakukan negara-negara peserta dalam mencari jalan keluar atas berbagai masalah di bidang perumahan, permukiman serta pembangunan perkotaan. Untuk itu, dalam APMCHUD 2010, dilaksanakan working group yang membahas isu terkait bidang tersebut. Demikian dikatakan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono selaku Wakil Ketua I Panitia Nasional Pelaksanaan APMCHUD ke - 3, Rabu (23/6) di Solo. "Diskusi kelompok kerja tersebut akan mendukung tema APMCHUD ke-3 yaitu Empowering Communities for Substainable Urbanization. Keseluruhan diskusi dilaksanakan melalui presentasi oleh para delegasi negara Asia Pasifik yang berpartisipasi dengan menyampaikan isu-isu strategis di bidang perumahan, permukiman dan pengembangan perkotaan," ujar Budi Yuwono. Kelompok kerja pertama membahas peran serta masyarkat dalam perencanaan pembangunan dan tata kelola kepemerintahan. Peranan tersebut difokuskan pada peran masyarakat serta Lembaga Swadaya Masyarakat dalam perencanaan pembangunan, peningkatkan fungsi informasi dan data untuk mengembangkan perencanaan perkotaan, serta meningkatkan kapasitas instansi terkait dalam perencanaan dan manajemen pemerintahan. Dikarenakan proses perencanaan pembangunan harus bersifat inklusif untuk menampung aspirasi berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, perlu juga mengakomodasi proses bottom up dari masyarakat ke pemerintah sebagai cermin demokratisasi. Kelompok kerja kedua membahas peran serta masyarakat dalam upaya perbaikan permukiman kumuh. Yakni fokus pada pengembangan sektor informal, penguatan peran wanita dan organisasi berbasis masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman dalam perencanaan pembangunan kota secara luas. Selain itu juga penyebarluasan program  berbagai masyarakat. Kelompok ini mengangkat pembahasan mengenai permukiman informal serta penguatan partisipasi masyarakat. Peningkatan pelayanan air minum dan sanitasi untuk mencapai Milleniun Development Goals (MDGs) dibahas pada kelompok tiga.  Fokus kelompok tiga pada perencanaan sistem penyediaan air minum dan sanitasi,optimalisasi manajemen dan mobilisasi sumber pembiayaan untuk peningkatan air minum dan sanitasi serta peningkatan peran masyarakat dalam manajemen air minum dan sanitasi pada skala permukiman. Terkait dengan pembiayaan perumahan, permukiman dan pembangunan perkotaan secara berkelanjutan dibahas pada kelompok empat dengan fokus menciptakan pemahaman lebih baik mengenai dinamika lahan di perkotaan serta mempermudah akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui kerjasama pemerintah dan swasta. Selanjutnya, kelompok lima membahas peran serta masyarakat dalam mengantisipasi perubahan iklim. Peran masyarakat diperlukan dalam  mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya bencana alam akibat pengaruh perubahan iklim. Hasil dari kelompok - kelompok kerja tersebut akan menjadi masukan penting dalam Deklarasi Solo yang akan diumum siang ini dan rencana aksi yang program APMCHUD ke depan. Kegiatan lain dalam rangkaian APMCHUD di Solo adalah kunjungan lapangan ke beberapa program pemerintah Kota Surakarta yakni Program sanimas dan MCK Komunal di Seregan, program Slum Upgrading Facility dan perbaikan rumah tidak layak huni di Kratonan, dan relokasi pedagang kaki lima di Pasar Notoharjo dan pembangunan Rumah Susun Semanggi. (ind) Berita Terkait Komentar