Ditjen Cipta Karya - Jl. Pattimura No. 20. Jakarta Selatan, 12110. Phone/Fax. (021)72796578
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Tarif PDAM Tak Bisa Lagi Di Bawah Biaya Produksi

20/10/2009 Share Facebook Twitter
Agar pelayanan air minum perpipaan kedepan lebih baik, diperlukan tarif wajar air minum untuk menutup biaya produksi pengolahan air. Tidak ada lagi tarif air minum di bawah biaya produksinya. Bila tarif sudah baik tentu tidak adil bila pelayanan masih buruk. Bila pelanggan terlambat membayar langsung diputus, sementara bila yang keluar (dari pipa PAM) hanya angin tentu perlu ada kompensasi dari PDAM.

Demikian disampaikan Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono selaku key notes speech dalam acara Workshop Water Supply Sector (WSS) Working Group dengan tema “One Gate Policy for Water Sector Implementation” di Jakarta (20/10). Acara ini diantaranya dihadiri oleh Instansi pemerintah terkait, Perpamsi, lembaga donor seperti World Bank, ADB, USAID, JICA, AusAID dan kalangan perbankan. 

Menurutnya, kesadaran pemerintah daerah (bupati dan DPRD) akan pentingnya tarif wajar air minum akan membuat perusahaan daerah air minum (PDAM) bisa memberikan pelayanan prima seperti layanan air 24 jam mengalir, menekan kebocoran air, perluasan cakupan pelayanan bahkan kemudahan pembayaran rekening air melalui ATM. 

Pihak Ditjen Cipta Karya siap membantu pemerintah daerah mengenai cara perhitungan biaya produksi PDAM di daerah-daerah. Namun untuk penetapan besarannya tarif merupakan kewenangan dari Bupati yang dikonsultasikan dengan DPRD setempat.  

Selain itu menurutnya, paradigma bahwa air semata-mata adalah barang sosial harus diubah. Air tidak hanya merupakan barang sosial tetapi juga ada aspek ekonomi dan lingkungan. Ketiga hal tersebut harus berjalan beriringan. “Misalnya kita tidak bisa menyedot air tanah sembarangan karena akan mempengaruhi lingkungan,” tambahnya.

Hadirnya sistem air minum perpipaan dengan pelayanan prima yang sebagian besar dilakukan oleh PDAM, salah satunya bertujuan untuk mengurangi penyedotan air tanah yang berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan disamping menyediakan air minum dengan kualitas yang terjaga.

Workshop yang difasilitasi oleh Bank Dunia ini merupakan forum komunikasi dan koordinasi seluruh stakeholder baik pemerintah, lembaga-lembaga keuangan dalam dan luar negeri, asosiasi, LSM bersama-sama mengatasi persoalan yang dihadapi guna meningkatkan pelayanan air minum di perkotaan melalui program yang dirumuskan bersama.(gt) Berita Terkait Komentar