Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Barat NEW!                         Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Pengelolaan Arsip Bukan Lagi Masalah Sepele

03/06/2009 Share Facebook Twitter
Salah satu bukti kinerja Departemen Pekerjaan Umum sebagai lembaga publik adalah pengelolaan dokumen atau arsip yang rapi dan baik. Belakangan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pengelola kearsipan semakin langka dan kurang diminati. Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi yang terus bergerak secara dinamis, maka tugas pengelolaan dokumen dan arsip negara menjadi tugas kita bersama.

Demikian sambutan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Propinsi Sumatera Selatan, Ir. Rizal Abdullah, Dipl. SE dalam acara Pembinaan Teknis Peningkatan Kemampuan Kearsipan, Tata Laksana Kepustakaan, Pengamanan Obyek Vital dan Pencegahan Kebakaran yang diselenggarakan oleh Bagian Umum, Ditjen Cipta Karya di Palembang akhir Mei lalu.

”Upaya penyegaran pengelola Kearsipan harus terus dilakukan secara berkesinambungan baik dalam hal Tata Laksana Kepustakaan, Pengamanan Obyek Vital dan Pencegahan Kebakaran. Ini merupakan tugas mulia apabila dilakukan dengan profesional dan bertanggungjawab,” katanya.

Untuk tahun ini, penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Teknis Kearsipan, Tata Laksana Kepustakaan, Pengamanan Obyek Vital dan Pencegahan Kebakaran sengaja diselenggarakan di lokasi dan waktu yang sama. 

Menurutnya, kegiatan kearsipan sepintas memang  tidak memiliki keterkaitan satu sama lain. Namun, apabila kita renungkan baik-baik, bidang-bidang tersebut sangat memiliki korelasi yang sangat erat. Pengelolaan kearsipan dan kepustakaan yang dilakukan secara profesional akan memberikan kemudahan dalam pengamanannya, mengingat arsip dan bahan- bahan pustaka adalah suatu obyek yang tergolong vital.

Apabila kita dapat mengamankan obyek vital yang antara lain dalam bentuk arsip dan bahan pustaka, maka pengamanannyapun harus mempertimbangkan unsur agar tercegah dari bahaya kebakaran. Demikian halnya dalam pengamanan obyek vital dan pencegahan kebakaran harus selalu mempertimbangkan untuk mengamankan dan mencegah kebakaran obyek-obyek yang berupa arsip penting dan bahan-bahan pustaka.

Direktorat Jenderal sebagai salah satu institusi yang juga mempunyai kewajiban untuk menangani dan mengelola bidang–bidang tersebut memandang perlu untuk melaksanakan suatu sistem Penataan Kearsipan, secara bertanggungjawab oleh staf yang menangani dalam bidang ini guna mengantisipasi berbagai permasalahan di kemudian hari dan dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada pihak lain terkait.

”Kami yakin semua pihak terkait akan sependapat apabila  kegiatan semacam ini apabila dilaksanakan secara berkesinambungan dan mengikuti perkembangan informasi teknologi akan memberikan pencerahan baru dalam membangun semangat dan etos kerja bagi staf-staf yang terlibat dalam bidang tersebut,” tambahnya. (Din/Dvt)

Berita Terkait Komentar