Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur NEW!                         TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Konsultan Individual Dituntut Memahami RPIJM

12/02/2013 Share Facebook Twitter

Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) merupakan instrument dalam pembangunan ke Cipta Karya-an. RPIJM menjadi dasar Ditjen Cipta Karya untuk menyetujui usulan program dari kabupaten/kota.  Konsultan individual yang direkrut oleh Randal Provinsi dalam rangka membantu menyusun program diharapkan mampu memahami RPIJM secara menyeluruh.

"RPIJM satu-satunya alat untuk usulan, kalau tidak ada itu maka akan ada temuan. Konsultan Individual harus tahu RPIJM di setiap wilayah, mulai dari penyusunan, evaluasi maupun review RPIJM," ujar Direktur Bina Program Antonius Budiono saat memberikan arahan kepada para konsultan individual dalam acara Training of Trainer (ToT) Wilyah Timur di Bali, Selasa (12/2).

Lebih lanjut menurut Antonius, kegiatan bidang Cipta Karya telah menjadi urusan daerah dan Pemerintah Pusat hanya berperan dalam aspek Turbinwas sesuai UU No 32 Tahun 2004. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembangunan nasional yang dilaksanakan merata di seluruh wilayah Indonesia, dan proses pembangunan tetap berada dalam koridor yang ditetapkan, Direktorat Jenderal Cipta Karya membentuk Unit Perencanaan dan Pengendalian melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian (Satker Randal) Program Infrastruktur Permukiman di Pusat dan di Provinsi.

Ruang lingkup tugas dari kegiatan perencanaan dan pengendalian terdiri dari 4 bagian yang saling berkaitan dan berkesinambungan yaitu, Perencanaan, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi Kinerja. Perencanaan dilakukan untuk mendorong Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota agar dapat melaksanakan pembangunan prasarana dan sarana khususnya bidang keciptakaryaan melalui proses yang terpadu/terintegrasi/partisipatif. Penganggaran adalah rangkaian aktivitas penyiapan rencana alokasi anggaran di Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pemerintah Pusat. Pemantauan merupakan kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan pembangunan, mengidentifikasi, serta mengantisipasi permasalahan yang timbul dan/atau akan timbul untuk dapat diambil tindakan sedini mungkin. Sementara itu, evaluasi kinerja yang terdiri dari kegiatan evaluasi realisasi RPIJM, realisasi DDUB, pelaksanaan DAK, evaluasi capaian target MDGs dan SPM, serta penyusunan LAKIP Satker Perencanaan dan Pengendalian.

“Tugas randal cukup berat dan kompleks. Saya berharap kepada konsultan individual untuk membantu Randal sebagai koordinator dalam pelaksanaan kegiatan bidang Cipta Karya di daerah,” tambahnya.

Para peserta workshop ini terdiri dari Kepala Satker, PPK, dan Staf Randal Provinsi Wilayah Timur, serta para konsultan yang terbagi dalam konsultan perencanaan, konsultan database, konsultan pemantauan, dan konsultan evaluasi. Workshop ToT digelar selama lima hari dan melibatkan pemateri dari jajaran pejabat eselon 3 dan 4 terkait di lingkungan Ditjen Cipta Karya.

Dalam workshop TOT ini, para konsultan akan  dibekali aplikasi sistem e-monitoring reguler, e-monitoring DAK, Sistem Spasialisasi dan visualisasi berbasis Web GIS. (dvt)

Berita Terkait Komentar