Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur NEW!                         TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

PAMSIMAS Tahap II Perluas Jangkauan Sasaran

22/11/2012 Share Facebook Twitter

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) tahap II yang akan dilaksanakan pada 2013 – 2016 memperluas sasarannya ke 156 kabupaten di 32 provinsi. Pada tahap I hanya menyasar 5.000 desa di 110 kabupaten di 15 provinsi. Dengan demikian diharapkan program ini tidak hanya mengandalkan pinjaman dan hibah luar negeri, namun dituntut kepedulian Pemda untuk menjamin keberlanjutan program dan mereplikasikan PAMSIMAS di daerahnya.

“Pemda harus merubah cara pandang, bahwa yang harus dikeluarkan bukan sharing budget, tapi sharing program karena kami hanya membantu apa yang sudah menjadi kewajiban Pemda dalam penyediaan air minum dan sanitasi,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono, di hadapan peserta Sosialisasi Program PAMSIMAS Tahap II di Bali, Kamis (22/11).

Dalam survey Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Pemda cenderung tidak peduli dengan keberlanjutan PAMSIMAS. Yang bisa dilakukan Pemda untuk keberlanjutan PAMSIMAS tidak saja dengan sharing pendanaan, tapi dengan menyediakan fasilitator, melakukan monitoring, mengajarkan masyarakat cara mengatur tarif, dan lainnya.

“LP3ES juga mengatakan masih ada sasaran PAMSIMAS yang tidak tepat sasaran. Namun saya tegaskan,  sasaran PAMSIMAS memang tidak harus masyaraat tidak mampu, tapi masyarakat yang memang membutuhkan air,” tegas Budi.

Mengenai sasaran, penggunaan APBN melalui Hibah Insentif Daerah PAMSIMAS dan APBD provinsi maupun kabupaten, diprioritaskan bagi desa-desa yang PAMSIMASnya bisa dikembangkan. Seperti pada kondisi kekurangan air baku, penambahan unit SR, dan lain-lain.

PAMSIMAS tahap II ini memanfaatkan dana USD 250 juta yang terdiri dari tambahan pinjaman IDA Credit USD 100 juta, GoI USD 100 juta, dan hibah AusAID USD 50 juta.

 

Pembentukan Asosiasi BPSPAMS

Masih tentang keberlanjutan dan pengembangan PAMSIMAS, Budi Yuwono juga mengharapkan dibentuknya persatuan yang terdiri dari ribuan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS). Ide ini meniru Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), dengan harapan Persatuan BPSPAMS yang dibentuk dapat mengelola aset desa paling berharga berupa Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi(SPAMS).

Dari hasil pelaksanaan PAMSIMAS Tahap I, hingga saat ini sudah terbentuk 5.368 BPSPAMS yang tersebar di Sumater Barat (621), Riau (331), Sumatera Selatan (378), Banten (106), Jawa Barat (269), Jawa Tengah (1.582), Kalimantan Selatan (418). Sementara itu di Sulawesi Tengah (355), Sulawesi Selatan (339), Sulawesi Barat (125), NTT (538), Gorontalo (151), Maluku (52), Maluku Utara (71), dan Papua Barat (50). (bcr)

Berita Terkait Komentar