Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur NEW!                         TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

PU Luncurkan PAMSIMAS Tahap II

13/11/2012 Share Facebook Twitter

Kementerian Pekerjaan Umum mensosialisasikan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) II yang akan dilaksanakan mulai 2013 - 2016. PAMSIMAS II mentargetkan 5.000 desa, 156 kabupaten di 32 provinsi dengan dana sebesar USD 250 juta yang berasal dari APBN, pinjaman Bank Dunia, dan hibah Pemerintah Australia.

"Pada tahap kedua ini diharapkan ada penyempurnaan kriteria-kriteria calon penerima berdasarkan evaluasi pelaksanaan PAMSIMAS tahap pertama," kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Budi Yuwono, saat membuka sosialisasi PAMSIMAS II di The Dharmawangsa, Jakarta (13/11).

Budi menambahkan, PAMSIMAS I telah dilaksanakan di 6.263 desa di 110 kabupaten/kota, 15 provinsi dari rencana 5.000 desa sasaran. Jumlah tersebut ditambah dengan replikasi PAMSIMAS di 565 desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. Pada pelaksanaan tahap I, PAMSIMAS telah meningkatkan akses pelayanan air minum untuk sekitar 4,3 juta jiwa dari target 6 juta, serta penambahan akses sanitasi bagi 3 juta jiwa.

"Tidak tercapainya target tersebut disebabkan kemampuan masing-masing organisasi masyaraat setempat (OMS) dalam pengelolaan infrastruktur air minum dan sanitasi yang berkelanjutan," ungkapnya.

Pada PAMSIMAS II ini dilakukan perluasan cakupan wilayah sasaran ke 32 provinsi dan kabupaten yang cakupan pelayanan air minum masih rendah atau di bawah rata-rata nasional (45,8%) berdasarkan Susenas 2010 dan merupakan wilayah yang angka kemiskinannya di atas rata-rata nasional (13%).

Budi menilai pelaksanaan PAMSIMAS I berjalan dengan baik. Dari infrastruktur yang dibangun di sekitar 6.800 desa, 95 % aset yang dibangun mampu dimanfaatkan dengan baik. "Sebanyak 5% sisanya disebabkan karena OMS yang tidak berkembang, namun bukannya mati sama sekali karena bisa dibantu Pemda," ungkap Budi.

Catatan lain menurut Budi, dalam PAMSIMAS I masih ada beberapa temuan ketidaktepatan lokasi sasaran dimana desa yang dipilih tingkat ekonomi penduduknya tinggi. Namun menurutnya, masyarakat dengan ekonomi yang mampu pun harus dibantu akses air minumnya karena krisis air di daerahnya. Catatan lain, banyak Pemda dinilai masih cenderung kurang peduli dalam menjamin keberlanjutan program-program berbasis masyarakat seperti PAMSIMAS ini.

Sementara itu, Bupati Temanggung Hasyim Afandi menilai suksesnya program PAMSIMAS adalah kebersamaan. Sebelum ada PAMSIMAS, penduduk desa di wilayahnya masih banyak yang mengambil air sejauh 4 km. Dengan perpipaan dan bak penampungan yang dibangun PAMSIMAS, masyarakat tidak hanya menikmati air untuk minum dengan mudah, bahkan kapasitas yang berlebihan mampu dimanfaatkan untuk mengairi komoditas pertanian.

"Dengan PAMSIMAS, tumbuh beragam inovasi di tengah masyarakat, ada yang membuat kolam ikan, jamban, bahkan kami sudah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan dan praktik Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) lainnya," ujar Afandi. (bcr)

Berita Terkait Komentar