Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur NEW!                         TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Hibah Sanitasi Berikan Rp 4 juta Untuk Tiap SR

18/07/2012 Share Facebook Twitter

Program Hibah Sanitasi melalui Australia Indonesia Infrastructure Grants For Sanitation (sAIIG) akan memberikan Rp 4 juta untuk  tiap Sambungan Rumah (SR) sektor air limbah terpusat skala lingkungan yang terpasang. Untuk sektor persampahan, besaran dana hibah yang akan digantikan sebesar 50% dari total pembangunann yang berupa transfer station atau tempat penampungan sampah sementara.

 

Lebih detail, kegiatan yang dapat digantikan oleh dana hibah sAIIG ini yaitu, pembangunan  sistem pengolahan air limbah terpusat skala lingkungan untuk 200-400 KK dan pembangunan jaringan air limbah skala lingkungan untuk minimal 50 KK yang dihubungkan sistem terpusat yang sudah ada. Untuk sektor persampahan, berupa pembangunan sarana pemindahan dan pengelolaan sampah sementara atau biasa disebut Stasiun  Peralihan Antara (SPA).

“Program hibah senilai AUD 40 Juta ini merupakan kelanjutan program hibah sebelumnya antara Pemerintah Indonesia dengan Australia. Target program ini adalah 40 kabupaten/kota dimana hibah ini dapat digunakan sampai TA 2014,” kata Direktur Bina Program Antonius Budiono saat membuka acara Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Program sAIIG di Jakarta, Rabu (18/7).

Antonius mengatakan, Kabupaten/kota yang sudah masuk ke dalam Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) akan diberi kesempatan pertama untuk mendapatkan dana hibah ini. Syarat lainnya adalah adanya alokasi dana APBD yang telah tercantum dalam dokumen SSK dan RPIJM Bidang PU Cipta Karya.

Lebih lanjut menurutnya, untuk program hibah kali ini ada kriteria tambahan dalam menetapkan kabupaten/kota peserta hibah, yaitu  aspek Good Governance dan Kesetaraan Gender. Good governance ini dimaksudkan untuk lebih efektifnya penggunaan dana yang tersedia dan indikator hasil yang lebih terukur.

“Daerah yang mendapatkan status disclaimer dari BPK tidak akan mendapat hibah ini. Untuk kesetaraan gender, program ini diharapkan melibatkan baik laki-laki maupun perempuan dalam kegiatan perencanaan air limbah maupun persampahan,” tambah Antonius.

Sosialisasi Pengelolaan Hibah

 Sosialisasi Pengelolaan Hibah ini diikuti oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kab/Kota, Kepala Dinas yang menangani air limbah dari 95 kabupaten/kota serta Satker PK PLP Provinsi. Bertindak sebagai narasumber yaitu, Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas Nugroho Tri Utomo, Direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah Kemenkeu Hendriansyah, Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemen PU Sri Apriatini Soekardi , Director For Water & Sanitation IndII Facility Jim Coucouvinis.

Kepala CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi Ditjen Cipta Karya Chandra Situmorang mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada Pemda tentang pengelolaan program sAIIG ini, serta sebagai media diskusi untuk pelaksanaan program.

“Setelah sosialisasi ini saya harap pemda dapat menyampaikan surat minat program hibah termasuk usulan kegiatan bidang sanitasi yang akan dilaksanakan , untuk selanjutnya akan kita bahas dan evaluasi ditingkat pusat,” kata Chandra. (dvt)

Berita Terkait Komentar