Materi Pra Konsultasi DAK 2015 Bidang Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum - Wilayah Timur NEW!                         TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Pemenang Duta Sanitasi Nasional 2012 Diumumkan

29/06/2012 Share Facebook Twitter

Panitia Jambore Sanitasi 2012 mengumumkan lima pemenang Duta Sanitasi Nasional tahun ini. Setelah melalui penjurian yang ketat, pemenang pertama Duta Sanitasi Nasional diraih Ilona Beatrix Hendrata, siswi Sekolah Menengah Pertama Ipeka Puri Jakarta.

Pengumuman pemenang dilakukan oleh Ketua Panitia Jambore Sanitasi 2012 Sukrul Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (29/6) pagi. Pengumuman turut disaksikan langsung oleh Istri Wakil Presiden Republik Indonesia, ibu Herawati Boediono dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto beserta ibu Lies Djoko Kirmanto.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua I Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, Ibu Djoko Suyanto, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Budi Yuwono serta para Direktur dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.

Selain Ilona yang berhasil keluar sebagai pemenang pertama, Sjukrul Amin yang juga merupakan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Cipta Karya mengumumkan pemenang II yaitu Alin Mangintar dari SMP Negeri 1 Wonosari, pemenang III Nadhifa Sekar dari SMPN 1 Prabumulih, Sumatera Selatan.

Sementara pemenang harapan I ialah Dhea Savitri dari SMP PL Domenico Savio, Jawa Tengah serta pemenang harapan II yaitu Nurfitrah Aliyah Fauzi dari MTsN Model Makassar, Sulawesi Selatan. Para pemenang duta sanitasi tersebut mendapatkan hadiah yang diserahkan secara langsung oleh Ibu Herawati Boediono bersama Menteri PU.

Dalam sambutannya, ibu Herawati Boediono mengaku senang dengan lahirnya para duta sanitasi nasional ini. Berbekal pengetahuan dan kemampuan yang telah diberikan selama mengikuti Jambore, diharapkan para duta sanitasi mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya baik keluarga, teman sekolah dan lingkungannya untuk lebih peduli dan berperilaku lebih baik terkait sanitasi.

“Untuk mencapai target MDGs Sanitasi tidak cukup hanya mengandalkan sarana dan parasarana sanitasi yang dilakukan Pemerintah, tetapi lebih jauh butuh perubahan perilaku dari seluruh pemangku kepentingannya,” sebutnya.

Untuk itu, para duta sanitasi sebagai generasi muda yang berfungsi sebagai agen perubahan diharapkan mampu turut membantu mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat tentang sanitasi. Sementara Djoko Kirmanto mengatakan, sebagai ikon kampanye, setiap duta sanitasi dipersiapkan untuk melakukan penyuluhan mengenai sanitasi di lingkungan rumah, sekolah, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

“Melalui duta sanitasi yang sekarang telah mencapai 620 orang (jumlah duta sanitasi sejak 2008-red), saya harapkan jumlah anak serta masyarakat yang peduli sanitasi akan menjadi berlipat-lipat,” harap Menteri PU.

Pemillihan duta sanitasi nasional merupakan puncak kegiatan dari Jambore Sanitasi 2012 yang digelar 24 Juni - 1 Juli di Jakarta. Jambore Sanitasi kali pertama diadakan Kementerian PU melalui Ditjen Cipta Karya pada 2008 menyambut tahun sanitasi internasional. Tahun ini, kegiatan tersebut diikuti 198 duta sanitasi dari 33 provinsi di Indonesia.

Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono mengungkapkan, salah satu hasil penting dari Jambore Sanitasi adalah program kerja duta sanitasi, karena muara kegiatan ini adalah rangkaian tindakan yang konkrit dan bermanfaat dari setiap duta sanitasi di daerahnya masing-masing.

“Saya juga berharap agar para kepala daerah dapat memanfaatkan keberadaan duta sanitasi untuk mendukung upaya pembangunan sanitasi di daerah masing-masing, khususnya dalam kampanye perubahan perilaku peduli sanitasi,” tukasnya. (rnd)

Berita Terkait Komentar