TVC City Changer NEW!                         
 
@ditjenck

Dapatkan informasi kegiatan dan aktivitas terbaru dari Ditjen Cipta Karya melalui twitter anda.

Kementerian PU Adakan Jambore Sanitasi 2012

25/06/2012 Share Facebook Twitter

Masih buruknya kondisi sanitasi di Indonesia, memerlukan penanganan serius tidak hanya melalui infrastruktur sanitasi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat sebagai subjek utama dari permasalahan tersebut.  Dalam rangka upaya kampanye perubahan perilaku terkait sanitasi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya mengadakan Jambore Sanitasi 2012 dengan peserta ialah para siswa-siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). 

Acara yang dibuka secara langsung oleh Menteri PU Djoko Kirmato hari ini di Hotel Mercure Ancol tersebut diikuti 198 siswa-siswi duta sanitasi hasil pemilihan dari 33 provinsi. Menteri PU mengakui, sanitasi masih merupakan bidang yang relatif tertinggal, untuk itu diperlukan kesadaran seluruh pemangku kepentingan untuk peningkatan penanganan sanitasi di Indonesia.  

Dari aspek alokasi anggaran, investasi sarana dan prasarana sanitasi yang dibangun Pemerintah terus meningkat walau belum mencukupi. Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Budi Yuwono mengungkapkan, pada tahun ini dana sebesar Rp 3 triliun dilalokasikan untuk bidang sampah, air limbah dan drainase perkotaan. Alokasi tersebut baru memenuhi 20 persen dari total kebutuhan dana penanganan sanitasi.

Masih minimnya alokasi anggaran Pemerintah, dipersulit dengan buruknya perilaku masyarakat seperti Buang Air Besar (BAB) di lingkungan terbuka. Berdasarkan data United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) pada tahun lalu, ada 26 persen dari penduduk Indonesia yang masih BAB di sembarang tempat. Hal tersebut, juga bertambah pelik dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan di sungai yang dilakukan rumah tangga dan industri. Djoko Kirmanto mengatakan, saat ini tingkat pencemaran air  dari 53 sungai  di Jawa, Sumatera, Bali dan Sulawesi sebesar 76,3 persen.

”Bahkan 11 sungai utama tercemar oleh alumunium, padahal sungai utama merupakan sumber air baku, sementara pemulihan kualitas air sungai sangat mahal,” imbuhnya.

Melihat semua kondisi tersebut, Ditjen Cipta Karya menyelenggarakan Jambore Sanitasi sejak 2008 yang merupakan tahun sanitasi internasional. Hingga tahun ini, peserta Jambore Sanitasi terus meningkat dalam setiap pagelarannya. Menurut Dirjen Cipta Karya, bila pada 2008, acara tersebut diikuti 96 peserta dari 16 provinsi, maka pada 2010 dan 2012, jumlah peserta meningkat masing-masing menjadi 128 dari 32 provinsi dan 198 dari 33 provinsi.

”Pemahaman kepedulian masyarakat terhadap sanitasi dilakukan melalui kampanye perubahan perilaku melalui anak-anak sebagai kelompok yang berpengaruh,” ucap Budi Yuwono.

Jambore Sanitasi 2012 yang bertema Peduli Sanitasi, Peduli Masa Depan Air diikuti sebanyak 198 duta sanitasi yang merupakan pemenang lomba karya tulis dan poster tentang sanitasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Selama kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya diberi pengetahuan dan pelatihan terkait sanitasi, namun juga pelatihan teknik penyuluhan dan presentasi, pengembangan kepribadian hingga bertemu dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono.

Menteri PU mengatakan, dengan semua pembekalan tersebut 198 duta sanitasi dapat melakukan kampanye perubahan perilaku masyarakat terkait sanitasi menjadi lebih baik. "Perilaku yang mencemari air harus segera ditinggalkan. Pengelolaan sanitasi yaitu sampah,  air limbah, dan drainase yang baik harus dimulai sekarang juga. Duta sanitasi nanti akan menjadi Ikon di daerah masing-masing untuk mengkampanyekan peduli sanitasi," harapnya.

Selain membuka acara Jambore Sanitasi, ditempat yang sama, Ibu Lies Djoko Kirmanto dan Ibu Djoko Suyanto yang didampingi Menteri PU Djoko Kirmanto dan Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono juga membuka Pameran Perilaku Peduli Sanitasi yang berlangsung selama tiga hari mulai 25-27 Juni. Pameran tersebut memamerkan fakta-fakta mengenai pembangunan sanitasi, peran duta sanitasi selama ini dan juga program-program sanitasi yang dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya. (rnd/dvt)

Berita Terkait Komentar