KONSOLIDASI DAN REKONSILIASI SAIBA & SIMAK-BMN SEMESTER II 2016 DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

admin     08 - January - 2018     275


Dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2016, mulai pagi hari ini kita bersama-sama melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi SAIBA & SIMAK-BMN untuk menyusun laporan keuangan Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahun 2016. Acara dibuka oleh Setditjen Cipta Karya yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Keuangan dan Umum, dalam acara ini dihadiri juga oleh Inspektur V, Itjen Kementerian PUPR beserta Tim, Tim BPKP. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari Bagian Keuangan dan Umum dengan Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Setditjen Cipta Karya. Peserta yang hadir berasal dari petugas SAIBA dan SIMAK BMN dari satuan kerja.

Perlu diketahui bersama, bahwa Laporan Keuangan bukan hanya merupakan alat pertanggungjawaban keuangan pemerintah saja, tetapi juga merupakan indikator kredibilitas pemerintah yang tercermin dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Sehingga, penyusunan Laporan Keuangan yang berkualitas bukan sekedar sebuah pertanggungjawaban semata, melainkan telah menjadi sebuah tuntutan untuk dipenuhi.

Sebagaimana komitmen kita pada penyusunan Laporan Keuangan Semester I TA. 2016 yang lalu, merupakan kesempatan yang baik bagi kita dalam memperkuat komitmen, untuk meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menuju  opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sebagaimana harapan kita bersama, bahwa target dari Laporan Keuangan Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2017 yang disusun pada tahun 2018 mendatang adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Oleh karenanya selaku petugas pelaporan agar ikut memberikan kontribusi melalui penatausahaan yang tertib, pencatatan yang baik, dan pelaporan yang lebih baik pula.

Untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan secara umum, pemerintah melalui Kementerian Keuangan berupaya melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap peraturan dan aplikasi yang digunakan. Kebijakan yang baru adalah dengan penerapan e-rekon-LK. Untuk menjaga akurasi Laporan Keuangan Semester II Tahun 2016, masing-masing entitas akuntansi dan entitas pelaporan agar melakukan monitoring melalui e-Rekon-LK khususnya terkait akun-akun bersaldo tidak normal, aset yang belum diregister, dan neraca yang tida seimbang (unbalanceable). Selanjutnya setiap satuan kerja melakukan telaah atas laporan keuangan masing-masing dengan menggunakan kertas kerja.

Sedangkan untuk pemeriksaan Laporan Keuangan TA. 2016, saat ini Tim Pemeriksa BPK RI melakukan pemeriksaan, mulai tanggal 23 Januari 2016 selama 105 hari (40 hari di daerah, dan 85 hari di Jakarta), adapun objek pemeriksaan pada 16 provinsi, yaitu: DKI, Jakarta, NAD, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim, Kalteng, Kaltim, Sulut, Sulsel, Sulteng, NTT, Papua, dan papua Barat.

Direktorat Jenderal Cipta Karya ditetapkan sebagai koordinator penanggungjawab untuk provinsi: NAD, Sumut, Sulsel, Sulteng, dan NTT

 

Dengan dilakukannya kembali restrukturisasi program di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya, struktur satuan kerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahun Anggaran 2017. Akibat dari perubahan tersebut perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain:

  1. Satker Randal Provinsi TA. 2016:
    1. agar menyusun Laporan Keuangan Penutup;
    2. melakukan proses likuidasi, paling lambat 3 bulan setelah laporan penutup (Maret 2017);
    3. melakukan Serah Terima Aset kepada Satker Randal Pusat;
    4. Telah ditetapkan Satker Pengembangan SPAM provinsi sebagai Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA/B Wilayah), Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor: 02/KPTS/DC/2017 tanggal 3 Januari 2017
  2. Telah ditetapkan Satker Pengembangan SPAM provinsi sebagai Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah (UAPPA/B Wilayah), Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor: 02/KPTS/DC/2017 tanggal 3 Januari 2017
  3. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga gelombang, diselenggarakan di Bandung. Besar harapan kami agar acara ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk kemajuan kita dalam menyusun Laporan Keuangan yang lebih baik lagi.