Transparansi Keterbukaan Publik Ditjen Cipta Karya Terus Ditingkatkan

uadmin     27 - May - 2019     63


Direktorat Jenderal Cipta Karya secara intensif melakukan kegiatan kampanye untuk perubahan perilaku masyarakat maupun mendorong kepedulian Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait. Kegiatan tersebut dilakukan melalui berbagai publikasi untuk menginformasikan kinerja dan visi misi kepada masyarakat luas. Publikasi dengan muatan informasi yang benar, akurat, lengkap, dan memadai juga menjadi bagian yang penting bagi terciptanya citra positif bagi kementerian atau lembaga. Hal tersebut diungkapkan oleh Sesditjen Cipta Karya T. Iskandar saat acara Pembinaan Jurnalistik dan Fotografi di lingkungan Ditjen Cipta Karya di Bogor, Kamis (02/05/2019).

“Pembinaan jurnalistik dan fotografi di lingkungan Ditjen Cipta Karya adalah salah satu bentuk dukungan penyelenggaraan komunikasi publik pada lingkungan Kementerian PUPR khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya,” kata T. Iskandar.

Publikasi yang dilakukan terkait kegiatan strategis nasional dan program prioritas antara lain pembangunan PLBN terpadu, pembangunan SPAM regional, penataan kawasan permukiman nelayan/tepi air, pembangunan KSPN, serta pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Publikasi pada tahun ini difokuskan pada pembangunan “infrastruktur kerakyatan” dan lebih menekankan pada manfaat yang diterima oleh masyarakat.

 “Pengembangan ini memerlukan partisipasi dari seluruh jajaran di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya agar mendapatkan informasi yang diperlukan masyarakat. Salah satu unsur penting untuk menyusun media publikasi dan menyebarluaskan informasi publik adalah dukungan keahlian di bidang jurnalistik dan fotografi,” tutur Iskandar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bogor Achsin Prasetyo mengungkapkan, Pemerintah Kota Bogor telah bersinergi dengan Kementerian PUPR dalam berbagai bidang, banyak program yang telah dijalankan di Kota Bogor seperti program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R), dan salah satunya revitalisasi Istana Bogor yang merupakan kebanggaan warga Bogor.

“Terima kasih telah memilih Kota Bogor sebagai lokasi untuk diadakannya acara ini, kota hujan ini memiliki beberapa objek wisata yang dibangun dan didukung oleh Kementerian PUPR,” kata Achsin.

Achsin menambahkan, Kebun Raya Bogor merupakan salah satu dari 12 kebun raya yang sedang dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan, yaitu Kebun Raya Jompie Kota Parepare, Kebun Raya Liwa Kabupaten Lampung Barat. Kemudian Kebun Raya Batam, Kebun Raya Balikpapan, Kebun Raya Baturaden, Kebun Raya Banua, dan Kebun Raya Kendari. Sisanya, kebun raya yang sedang dalam tahap pengelolaan, yakni Kebun Raya Bogor, Cibinong Science Center and Botanic Garden, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Eka Karya Bali, dan Kebun Raya Purwodadi. (ari)