Pembinaan Penatausahaan Keuangan melalui Kaderisasi Calon Bendahara Pengeluaran dan Pemantapan Petugas UAPPA/B Wilayah di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya

bagiankeua     27 - May - 2019     249


Latar Belakang

Sebagaimana PMK Nomor 162 Tahun 2012 dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor 03 Tahun 2013 mengamanatkan kepada seluruh Satuan Kerja melakukan administrasi keuangan secara baik dan tertib.

Bahwa sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara, bahwa setiap Bendahara Pengeluaran harus memiliki sertifikat Bendahara  dan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor 109/KPTS/2018 telah ditetapkan Satuan Kerja PSPAM Propinsi sebagai Unit Akuntansi Wilayah (UAW).

Selain itu dihadapkan dengan semakin tingginya tuntutan akan pelaksanaan administrasi keuangan secara baik dan tertib serta tantangan yang dihadapi para petugas UAW dalam mengkonsolidasikan laporan keuangan di wilayahnya maka dianggap perlu untuk dilaksanakan kegiatan yang mampu memberikan pembekalan dan pembinaan kepada seluruh calon bendahara dan petugas UAW.

Berdasarkan hal tersebut diatas Direktorat Jenderal Cipta Karya merasa perlu mengadakan pembinaan untuk Kaderisasi Bendahara Pengeluaran dan pembekalan kepada petugas UAPPA/B Wilayah agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan “Kaderisasi Calon Bendahara Pengeluaran dan Pemantaapan Petugas UAPPA/B Wilayah” dilaksanakan pada tanggal 3 - 7 September 2018 di Hotel Polonia Medan dan dihadiri oleh lebih dari 60 orang calon bendahara dan petugas UAW. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Bagian Keuangan dan Umum dan dihadiri oleh Kepala Bagian PBMN, Narasumber dari KPPN Medan dan Biro Keuangan Kementerian PUPR.

Dalam sambutannya Kepala Bagian Keuangan dan Umum menekankan tentang keberhasilan Kementerian PUPR dalam mempertahankan opini WTP yang merupakan sumbangsih dari seluruh unsur pejabat administrasi keuangan mulai dari verifikator, bendahara, dan petugas SAIBA / SIMAK BMN. Keberhasilan tersebut harus dipertahankan dengan kerja keras bersama seperti meminimalisir temuan berulang, melaksanakan penyusunan LPJ Bendahara secara tertib, melakukan verifikasi bukti-bukti tagihan secara cermat dan menyusun CALK secara terperinci.

Kegiatan dilanjutkan dengan membagi peserta menjadi dua kelas; kelas pertama dikhususkan untuk pelatihan calon bendahara pengeluaran dan kelas kedua di khususkan untuk pemantapan petugas SAIBA dan SIMAK-BMN UAW. Dalam kelas calon bendahara materi yang diberikan antara lain:

  1. Tata Cara Pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN;
  2. Penjalasan terkait SPAN;
  3. Tugas, Kewajiban dan Peran Pejabat Bendahara Pengeluaran;
  4. Tata Cara Perhitungan Pajak dan Pengujian Tagihan;
  5. Tata Cara Penyusunan LPJ, Pengelolaan Uang Persediaan dan
  6. Latihan Simulasi LPJ.

Sedangkan materi Pembinaan Petugas UAW antara lain:

  1. Tata Cara Evaluasi SAIBA (LRA, Neraca, LO, LPE) ;
  2. Tata Cara Evaluasi SIMAK BMN (Neraca, Kapitalisasi, Penghapusan dan Proses Hibah).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan dari pagi hari hingga malam hari dan seluruh peserta sangat antusias dan disiplin mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari kegiatan pre Test¸ pelatihan materi hingga post Test.

Hasil evaluasi yang dilaksanakan panitia terdapat peningkatan kemampuan peserta sebelum mengikuti pembinaan dengan setelah mengikuti pembinaan ini, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan penilaian antara pre test dibandingkan dengan post test. Berdasarkan hal tersebut tujuan pembinaan ini agar calon bendahara pengeluaran dan petugas UAW mendapatkan pembekalan sehingga mahir dan mampu melaksanakan pembukuan, pelaporan dan pertanggungjawaban serta evaluasi laporan keuangan secara memadai dan tertib diharapkan dapat terpenuhi.