Pencarian

Balai Teknik Air Minum dan BPPSPAM Bersinergi Tingkatkan Kinerja PDAM


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) Bambang Sudiatmo, ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis Bidang Air Minum, di Balai Teknik Air Minum, Bekasi, Senin (19/08). Saat ini, persentase masyarakat yang mempunyai akses air minum dengan sistem perpipaan yang aman masih terbatas. Ketidakefisienan dalam penyelenggaraan SPAM juga terlihat dari masih tingginya tingkat kehilangan air pada PDAM, yaitu sebesar 33% rata-rata kehilangan air secara nasional. Selain itu, sebagian besar penyelenggara SPAM belum mampu memproduksi dan mendistribusikan air layak minum sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan. Bambang Sudiatmo menjelaskan, bahwa untuk menghasilkan air minum yang aman paling tidak harus dipastikan kontinuitas, kualitas, dan kuantitas air minum. Kontinuitas, artinya air minum harus tersedia setiap saat, 24 jam, untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Kualitas, yaitu sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan Kementerian Kesehatan. Kuantitas, artinya kita harus dapat menyediakan air sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya untuk mengatasi ketidakefisienan dalam penyelenggaraan SPAM adalah dengan meningkatkan kompetensi (capacity building) sumber daya manusia (SDM) baik melalui pelatihan, bimbingan teknis atau pendidikan. Untuk itu, Balai Teknik Air Minum mengadakan kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan melalui jaringan peminatan kebutuhan akan bimbingan teknis, serta berdasarkan hasil penilaian kinerja oleh BPPSPAM. “Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi BPPSPAM, yaitu dalam rangka menyehatkan PDAM, yang mana diperlukan 18 parameter yang harus dipenuhi, salah satunya adalah SDM yang memadai”, ungkap Bambang Sudiatmo. Tahun ini akan dilakukan Bimbingan teknis bagi 400 orang karyawan PDAM dari seluruh Indonesia, dengan materi meliputi sub bidang produksi, jaringan transmisi dan distribusi, mekanikal dan elektrikal, serta sub bidang pendukung lainnya. Sedangkan kegiatan bimbingan teknis kali ini diikuti oleh 66 orang peserta yang terdiri dari Bimbingan Teknis Penurunan Kehilangan Air (NRW Reduction), Operasi dan Pemeliharaan Pompa, Pelayanan Pelanggan dan Pemasaran, dan Komisioning IPA. Penyelenggaraan bimbingan teknis di Balai Teknik Air Minum mengingat fasilitas yang dimiliki Balai Teknik Air Minum sangat lengkap untuk pelatihan bidang air minum, mulai dari intake, pompa untuk air baku dan instalasi, transmisi air baku, pra sedimentasi, IPA, reservoir, dan water meter. “Saya membuat stimulan saja, melalui dana APBN untuk melakukan Bimbingan teknis bertempat di Balai Teknik Air Minum, dan diharapkan ke depannya PDAM akan menganggarkan untuk pelatihan pegawainya”, tutup Bambang Sudiatmo.