About COE

Program COE pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Sebagai Proyek Percontohan, pada waktu itu, target dan tujuan yang ingin dicapai dibuat tidak terlalu tinggi.

Harapannya adalah cukup sederhana, hanya tentang cara untuk menjaga PROGRAM COE ini dapat dilakukan dengan baik dan ada keran yang tertarik untuk berpartisipasi dalam program ini.

Lokasi, jumlah peserta dan materi pelatihan dibuat "minimalis". Ternyata sambutan dari para pemangku kepentingan cukup menggembirakan. Keberhasilan pelaksanaan pada tahun 2012, menimbulkan keberanian dan optimisme bahwa program ini bermanfaat dan dapat diterima oleh PDAM. Pada 2013, COE PROGRAM dibuat lebih besar. Lokasi, jumlah peserta dan materi pelatihan ditambah. Para pemangku kepentingan yang terlibat dalam PROGRAM COE ini juga meningkat. Dan kembali, antusiasme, dukungan dan respon positif mengalir ke PROGRAM COE. Hal-hal apa yang telah dilakukan dan dicapai selama dua (2) tahun pelaksanaan PROGRAM COE, digambarkan dalam PROGRAM COE KEGIATAN DI 2012-2013

Sejarah COE


Program COE pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Sebagai Proyek Percontohan, pada waktu itu, target dan tujuan yang ingin dicapai dibuat tidak terlalu tinggi. Harapannya adalah cukup sederhana, hanya tentang cara untuk menjaga PROGRAM COE ini dapat dilakukan dengan baik dan ada keran yang tertarik untuk berpartisipasi dalam program ini. Lokasi, jumlah peserta dan materi pelatihan dibuat "minimalis". Ternyata sambutan dari para pemangku kepentingan cukup menggembirakan.

Keberhasilan pelaksanaan pada tahun 2012, menimbulkan keberanian dan optimisme bahwa program ini bermanfaat dan dapat diterima oleh PDAM. Pada 2013, COE PROGRAM dibuat lebih besar. Lokasi, jumlah peserta dan materi pelatihan ditambah. Para pemangku kepentingan yang terlibat dalam PROGRAM COE ini juga meningkat. Dan kembali, antusiasme, dukungan dan respon positif mengalir ke PROGRAM COE. Hal-hal apa yang telah dilakukan dan dicapai selama dua (2) tahun pelaksanaan PROGRAM COE, digambarkan dalam PROGRAM COE KEGIATAN DI 2012-2013.>

Latar Belakang COE


Sebagai negara yang menandatangani Deklarasi Milenium, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan dan sasaran Millennium Development Goals (MDGs). Salah satu target MDG ingin dicapai adalah target 7C, yaitu mengurangi setengah proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap sumber air minum dan fasilitas sanitasi dasar layak. Target MDG sektor air Indonesia sebesar 68,87% pada tahun 2015. Pada tahun 2013, cakupan layanan telah mencapai 67,73%. Masih ada kesenjangan dari 1,14%. Ketika dikaitkan dengan target pemerintah dalam RPJMN 2014-2019 yang pada 2019 cakupan pelayanan mencapai 100%, maka kesenjangan tumbuh dengan ukuran 32,27%. Untuk mencapai target tersebut, perlu dukungan dan kerjasama dari semua pihak seperti Pemerintah air minum, pemerintah daerah, keran, swasta dan masyarakat. PDAM sebagai operator utama pasokan air diperlukan untuk menyediakan layanan yang memenuhi persyaratan 4K adalah kualitas air yang baik, jumlah yang cukup, kontinuitas dipertahankan dan pembayaran keterjangkauan .. Memang, bukan tugas yang mudah, terutama kondisi dan kinerja PDAM saat ini , di mana hasil dari audit kinerja yang dilakukan oleh PDAM BPPSPAM, pada 2013 dari 350 PDAM di Indonesia sebanyak 176 (50%) PDAM kategori sehat, 104 (30%) termasuk keran kurang sehat dan 70 (20%) keran Lain termasuk dalam kategori sakit.

Maksud dan Tujuan


Tujuan : Peningkatan kompetensi SDM dengan mengembangkan konsep Center of Excellence.
Maksud : Membentuk Pembina Profesional Meoptimalisasi fungsi Penyelesaian Pusat Informasi Pengembangan dan Pembangunan (PIP2B) Pemerataan mendorong sumber daya manusia yang kompeten keran

COE 2012 - 2013


COE 2012 :
Dilaksanakan di 2 provinsi (Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan) 3 subjek: NRW, energi efisiensi dan SAK – ETAP TOT dan bintek di gedung PIP2B Mencetak: Pembina: 8 orang SDM terlatih: 25 orang.

COE 2013 :
Diimplementasikan di tiga provinsi (Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Bali) 3 mata pelajaran: NRW, efisiensi energi dan SAK - ETAP TOT di BTAMs bekasi dan Wiyung Bintek dalam membangun PIP2B setiap cetak provinsi: Trainer: 18 orang HR dilatih: 133 orang Pelatihan teknik retrofit keran organisasi di Sulawesi Utara PIP2B.

Pembina: 26 Pembina Propinsi
HR terlatih: 158 orang

X