Foto: Perwakilan dari tujuh pemerintah daerah menandatangani Surat Komitmen untuk mendukung program penurunan air tak berekening (NRW) dan peningkatan efisiensi energi di Indonesia pada acara peluncuran program kemitraan Pemerintah Indonesia, AS dan Swiss dalam meniningkatkan akses air minum (Foto: Istimewa/USAID IUWASH PLUS)

Kerja Sama Pemerintah Indonesia, AS dan Swiss Tingkatkan Akses Air Minum

Jakarta - Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga dan Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Agus Ahyar menghadiri peluncuran program penurunan air tidak berekening dan peningkatan energi efisiensi melalui kemitraan USAID dan SECO untuk meningkatkan kinerja tujuh PDAM di Jawa Barat dan Jawa Tengah di Hotel Hermitage, Jakarta, Rabu (26/06/2019).

Acara peluncuran program tersebut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas  Dr Bambang P.S. Brodjonegoro, Duta Besar Amerika Serikat, dan Duta Besar Swiss.

Menurut Direktur Pengembangan SPAM, Agus Ahyar, melalui kemitraan tersebut, Pemerintah Swiss akan memperluas program air minum dan sanitasi, sedangkan Pemerintah Amerika Serikat yang saat ini dilakukan melalui USAID, memberikan kontribusi sebesar US$4,5 juta dari SECO. 

Kontribusi tersebut, katanya menambahkan, akan digunakan untuk mendukung program penurunan air tidak berekening (NRW/non-revenue water) dan peningkatan efisiensi energi yang dilakukan USAID IUWASH PLUS di tujuh PDAM di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada 2019 hingga 2021.

Ketujuh PDAM tersebut adalah PDAM Kota Depok, PDAM Kabupaten Karawang, PDAM Kabupaten Bogor, PDAM Kota Surakarta, PDAM Sukoharjo, PDAM Kota Magelang, dan PDAM Kabupaten Magelang.

Dukungan teknis yang diberikan oleh USAD IUWASH PLUS diharapkan akan bersinergi dengan Program NUWSP (National Urban Water Suply Program) di mana tujuh PDAM mitra dapat mengakses paket pembiayaan yang disediakan oleh NUWSP.

Dalam acara tersebut, perwakilan tujuh pemerintah daerah tersebut menandatangani surat komitmen untuk mendukung program penurunan air tidak berekening dan peningkatan efisiensi energi di wilayah masing-masing.

“Kami menghargai kemitraan dengan Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID dan dengan Pemerintah Swiss melalui SECO untuk mendukung pengembangan air minum dan sanitasi di Indonesia, terutama dalam mengatasi masalah air tidak berekening dan efisiensi energi,” kata Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Bambang menambahkan bahwa program penurunan NRW dan pengendalian energi efisiensi sangat penting bagi PDAM, demi untuk meningkatkan kemampuannya dalam memperluas pelayanan dan akses air minum.

“Terlebih, Pemerintah Indonesia mempunyai target untuk mencapai 75 persen akses air minum layak pada tahun 2024. Untuk mencapai target ini, PDAM perlu menambah 10 juta sambungan rumah dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan, dan Duta Besar Swiss Kurt Kunz, mengharapkan perjanjian kemitraan tersebut akan membantu Pemerintah Indonesia memperluas infrastruktur air minum dan meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air di Indonesia, sehingga kesejahteraan masyarakat Indonesia juga meningkat.

Para pejabat dan pihak yang diundang pada acara itu antara lain Kepala BPPSPAM, Ketua Umum Perpamsi, USAID Indonesia, USAID IUWASH PLUS, Swiss State Secretary for economic Affairs (SECO), Task Team Leader NUWSP, dan perwakilan Bank Dunia. (pspam/yss)

Print Berita