Foto: Pengurus KPSPAMS Dusun Bangun Harjo berfoto bersama di halaman Sekretariat KPPSPAMS Jernih, Bangun Harjo. Pengelola bertekad mengembangkan SPAMS perdesaan untuk mendukung Pemerintah dalam mencapai target cakupan pelayanan air minum dan sanitasi layak 100 persen.

KPSPAMS Dusun Bangun Harjo Terus Kembangkan Sarana Pamsimas

Bungo, Jambi – Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) Jernih yang mengelola SPAM perdesaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Bangun Harjo, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, dinilai meniadi salah satu KP-SPAMS di Indonesia yang berhasil dan sudah mandiri.

Selain mampu mengelola SPAMS program Pamsimas dari sisi ekonomi dan menyatukan masyarakat, SPAMS di dusun itu juga terus berkembang dalam memperluas pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat desa.

KPSPAMS Jernih Dusun Bangun Harjo sejak tahun 2016 bahkan telah menyusun rencana jangka menengah 2016-2021, termasuk merencanakan membangun lima buah sarana air minum dan memasang kran untuk fasilitas umum. Program tersebut sudah berjalan dan sudah mencapai 75 persen penyelesaian.

Datuk Rio Bangun Harjo, Sarwan menyampaikan awal Mei 2019 lalu, bahwa untuk tahun 2019, KPSPAMS Jernih akan memperluas jaringan pelayanan dengan menambah dua tower serta menambah jaringan pipa agar dapat melayani seluruh warga kampung dengan sumber pendanaan melalui DAK Penugasan dan Dana Desa.

Sementara itu Bambang Kristiawan, Ketua KPSPAMS Jernih mengharapkan agar semua upaya yang telah dilakukan pengurus dan warga desa dapat membantu mewujudkan visi “Bungo Maju dan Sejahtera dan Jambi Tuntas Tahun 2021 serta mendukung pencapaian akses universal air minum dan sanitasi yang berkelanjutan.

“Kami juga mendukung tercapainya akses universal di bidang air minum secara nasional yang telah ditetapkan Kementerian PUPR,” katanya.

Dusun Bangun Harjo, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, merupakan salah satu dusun di Provinsi Jambi. Dusun seluas 1.989 hektare itu terdiri atas enam kampung dan 21 RT, dihuni lebih dari 2.657 jiwa (Sensus Penduduk Tahun 2018), dan sebagian besar merupakan petani kebun kelapa sawit. 

Bambang Kristiawan menjelaskan, kegiatan Pamsimas melalui Kementerian PUPR di Dusun Bangun Harjo dimulai sejak tahun 2015.

“Sebenarnya di dusun ini telah dibangun sarana air bersih oleh Dinas PU dan ESDM Provinsi Jambi, namun sarananya belum termanfaatkan dengan baik. Baru setelah masuk program Pamsimas, kami membentuk KKM Jernih yang bertugas melaksanakan pembangunan SPAMS.  Setelah selesai, kami lalu membentuk KPSPAMS Jernih,” katanya.

Dari enam kampung yang ada, baru tiga kampung yang telah terlayani dengan sarana air bersih, hak itu disesuaikan dengan kemampuan jangkauan layanan serta keuangan untuk pembangunan jaringannya.

SPAMS berfungsi baik dengan opsi sumur bor dan dilengkapi tiga menara air. Panjang jaringan pipa mencapai 4.150 meter dengan 200 sambungan rumah (SR), semuanya dilengkapi water meter. Sarana tersebut mampu melayani 1.992 jiwa atau 75 persen dari total penduduk desa.

“Masyarakat Dusun Bangun Harjo sudah terbiasa dengan perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam menjelaskan pentingnya mengelola SPAMS secara bersama, demi untuk meningkatkan kesehatan dan mendukung pengembangan ekonomi desa,” katanya.

Pada tahun 2018 lalu, katanya, telah dibuat Peraturan Dusun yang mengatur pengelolaan dan pemanfaatan sarana air minum dan penyehatan lingkungan, dengan tarif air ditetapkan antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per meter persegi,  ditambah biaya abodemen sebesar Rp 10.000.

“Iuran ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pemanfaat yang dilayani oleh masing-masing menara air dan para pengelolanya. Dengan peraturan ini pengelola sarana air bersih dijadikan satu kelompok pengelola, yaitu dibawah KPSPAMS Jernih,” kata Bambang. 

Pihaknya juga memiliki sekretariat tetap, melakukan pembukuan yang tertib dan terbuka, dan menetapkan iuran dengan memperhitungkan biaya operasional dan kemungkinan rencana pengembangan. Untuk Menara I, misalnya, saat ini sudah memiliki kas lebih dari Rp 24 juta. (pspam/yss)

 

Print Berita