Foto: Menara Air program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang menjadi salah satu program Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan cakupan layanan air minum bagi masyarakat perdesaan. (Ilustrasi).

Kepulauan Mentawai Bangun SPAM Untuk Atasi Krisis Air Bersih

Mentawai – Pemerintah Kabupaten Mentawai pada tahun 2019 ini merencanakan untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di empat titik lokasi melalui dana DAK dan APBD. Total disiapkan dana sebesar Rp 4,1 miliar.

Selain pembangunan SPAM untuk penyediaan air bersih dan air minum yang didanai dana aokasi khusus (DAK) dan APBD kabupaten, Kabupaten Kepulauan Mentawai juga memperoleh dana untuk pembangunan jaringan air minum melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Anggaran program Pamsimas tahun 2019 untuk Kepulauan Mentawai melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar untuk beberapa lokasi desa Pamsimas.

Kepala Dinas DPKP Mentawai, Budi Siregar, dalam penjelasannya medio Mei 2019 lalu, pembangunan SPAM akan dilakukan di empat titik lokasi, yaitu SPAM Siberut Selatan untuk pembangunan tambahan Intek dengan anggaran sebesar anggaran Rp 2,36 miliar.

Kemudian perluasan SPAM Tuapeijat sebesarRp 1,3 miliar, pembangunan SPAM Desa Mara sebesar Rp 313 juta dan pembangunan jaringan air bersih perdesaan di Desa Malancan yang menelan biaya sebesar Rp 800 juta.

“Total anggaran pembangunan SPAM di Mentawai untuk tahun ini mencapai Rp 4,179 miliar, itu di luar anggaran untuk kegiatan Pamsimas,” kata Budi Siregar.

Menurutnya, capaian akses air minum di Kepulauan Mentawai saat ini yang didukung program Pamsimas dan SPAM yang telah ada, mencapai 59,60 persen. Ia mengharapkan, melalui pendanaan yang lebih besar untuk program penyediaan air minum, krisis air minum yang selalu terjadi di kabupaten itu dapat segera teratasi.

Setidaknya untk tahun ini aka nada tambahan pemasangan meteran samb ungan rumah sebanyak 524 unit, sedangkan sambungan rumah non meteran sebanyak 1.397 unit.

“Air bersih dan air minum merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan, dan warga Kabupaten Mentawai selalu dihadapkan pada ketiadaan  sumber air bersih, sehingga seringkali menyampaikan keluhan akibat adanya krisis air setiap tahun,” katanya.

Sedangkan program penyediaan air minum dan sanitasi melalui program Pamsimas untuk tahun 2019, menurutnya, setidaknya diharapkan ada bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,2 miliar.

Dana sebesar itu untuk program Pamsimas di Dusun Bekkeiluk, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan senilai Rp 273 juta, kemudian Dusun Bubuget, Desa Sinakak, Kecamatan Pagai Selatan Rp 245 juta, dan Dusun Lumago, Desa Sagulubbe sebesar Rp 300 juta.

Kemudian program optimalisasi menambah jaringan Pamsimas di Dusun Toro Laggo, Desa Katurei Rp 220 juta, dan di Dusun Guluk-Guluk, Desa Saliguma Rp 195 juta.  (pspam/yss)

Print Berita