Foto: Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara Fasri Bachmid menyerahkan pengelolaan SPAM Kampus Universitas Khairun kepada Rektor Universitas Khairun Husen Alting.

SPAM Kampus Universitas Khairun Diresmikan

Ternate – Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara melakukan penyerahan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kepada Rektor Universitas Khairun di Ternate, Senin (15/04/2019).

Pengelolaan SPAM Kampus Universitas Khairun diserahkan oleh Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara Fasri Bachmid kepada Rektor Universitas Khairun Husen Alting.

Menurut Rektor, pembangunan SPAM Kampus Universitas Khairun terlaksana berdasarkan surat permohonan Rektor Universitas Khairun kepada Direktur Pengembangan SPAM, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR Nomor 629/UN44/RT.01/2018 perihal Permohonan Pembangunan Fasilitas Air Minum Kampus tertanggal 13 Februari 2018.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Kementerian PUPR, karena kini fasilitas air minum tersebut sudah dapat dimanfaatkan dan telah diresmikan pengelolaannya,” katanya.

Universitas Khairun Ternate menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang pertama di Wilayah Timur Indonesia yang mendapatkan bantuan pembangunan SPAM dari Kementerian PUPR dengan fasilitas air minum cukup lengkap.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara Fasri Bachmid menjelaskan bahwa SPAM Kampus Universitas Khairun dibangun dengan sumber dana APBN sebesar Rp 7,74 miliar, yang terdiri dari beberapa item kegiatan berupa sumber air baku dari sumur bor dengan kapasitas 5 liter/detik.

SPAM Kampus Univ Khairun terdiri atas Instalasi Pengelolahan Air Ultra Filtration (UF) kapasitas 1,5 liter/detik (untuk air siap minum) dan kelengkapannya, reservoir stainless steel kapasitas 100 m3 yang dibagi menjadi 60 m3 untuk air baku dan 40 m3 untuk air hasil olahan dan didistribusi ke Water Fountain di 14 titik.

Kemudian water fountain (keran air siap minum) 10 unit dengan 3 mata keran (panas, dingin dan biasa), 4 unit satu mata kran fresh water, jaringan pipa jenis HDPE (pipa standar air siap minum), energi pembangkit terdiri dari Sollar Cell on Grid dan PLN, peralatan laboratorium dan bangunan operasi.

Ia mengharapkan penyerahan pengelolaan SPAM Kampus Universitas Khairun ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik untuk keperluan pemenuhan kebutuhan air minum maupun keperluan edukasi kepada mahasiswa. (pspam/yss/ditjen)

Print Berita