Foto: Serah terima pengelolaan SPAM Kota Ternate dari Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara Fasri Bachmid kepada Walikota Ternate Burhan Abdurahman.

Pengelolaan SPAM Kota Ternate Diresmikan

Ternate – Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR menyerahkan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Ternate  kepada Pemerintah Kota Ternate, Senin (15/04/2019) lalu.

Penyerahan pengelolaan SPAM Kota Ternate dilakukan oleh Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah Provinsi Maluku Utara Fasri Bachmid yang mewakili Direktur Pengembangan SPAM, kepada Walikota Ternate Burhan Abdurahman.

Menurut Walikota Ternate, saat ini cakupan pelayanan air minum kota itu telah mencapai 83 persen, dan diharapkan di akhir tahun 2019 dapat mencapai 100 persen.

Ia mengatakan, seiring dengan pertumbuhan penduduk di Kota Ternate yang cukup pesat, kebutuhan akan pasokan air baku untuk air minum menjadi sangat tinggi. Karena itu, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Kementerian PUPR untuk dapat dibangun SPAM.

Tanpa pembangunan SPAM, maka masyarakat di Pulau Ternate dipastikan akan mengalami masalah ketersediaan air baku untuk air minum, yang selama ini sangat tergantung pada air tanah.

“Melalui Direktorat Pengembangan SPAM, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, kami kemudian mengajukan permohonan terkait permasalahan ketersediaan kebutuhan air bersih di Kota Ternate,” kata Burhan Abdurahman.

SPAM Kota Ternate diharapkan dapat mencukupi kebutuhan akan air bersih di sebagian daerah Ternate Selatan dan Ternate Tengah.

Sementara itu Fasri Bachmid  menjelaskan, SPAM Kota Ternate dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp 45,052 miliar yang dimulai dari tahun 2017 hingga 2018, dan dibangun dengan Instalasi Pengolahan Air Ultrafiltrasi (IPA-UF) dengan kapasitas 100 liter/detik yang dilengkapi dengan sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). (pspam/yss/ditjen)

Print Berita