Foto: Bupati Bangli, I Made Gianyar, menyerahkan sertifikat 100 persen akses air minum dan sanitasi yang telah dicapai Desa Ulian kepada Kepala Desa Ulian, I Wayan Berana.

Direktur Pengembangan SPAM Kunjungi Bangli Monitoring Keberhasilan Pamsimas

Bangli – Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Agus Ahyar, M.Sc mengunjungi rumah-rumah warga di Desa Ulian, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, yang telah terhubung sambungan rumah (SR) melalui program Pamsimas.

Kegiatan monitoring dalam rangka pengembangan sistem penyediaan air minum perdesaan pada 24 April 2019 itu juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan Ekspedisi Pamsimas di Desa Ulian Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Bali.

Kegiatan Ekspedisi Pamsimas di Desa Ulian tersebut di antaranya melakukan pengambilan gambar di lokasi-lokasi Pamsimas.

Pengambilan gambar dalam rangka pembuatan film tentang perjuangan masyarakat dalam memperoleh air minum itu diikuti narasumber dari beberapa kementerian/lembaga, di antaranya Bappenas, Kementerian PUPR, Kemendagri, Kementeriaan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Bupati Bangli, KPSPAMS, kepala desa dan masyarakat pemanfaat Pamsimas.

Film tersebut menggambarkan berbagai kisah masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui peningkatan akses air minum dan sanitasi. Pembuatan film Pamsimas tersebut untuk menggambarkan kolaborasi program dan pendanaan dalam mengembangkan sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan yang dilakukan secara berbasis masyarakat.

Menurut Agus Ahyar, masyarakat di desa-desa sangat membutuhkan pelayanan air minum dan sanitasi yang merupakan kebutuhan dasar manusia, dan kebutuhan itu wajib dipenuhi dan dilayani oleh Pemerintah.

Sementara itu Ketua CPMU Pamsimas, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Fajar Eko Antono menjelaskan, untuk dapat mewujudkan akses 100 persen air minum dan sanitasi di tahun 2030, Pemerintah Indonesia selain melakukan pendekatan kebudayaan dalam pelaksanaan program Pamsimas, juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, dengan muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keterlibatan maupun kolaborasi dengan seluruh pelaku pembangunan maupun pemangku kepentingan terkait dalam program Pamsimas sangat penting dalam mewujudkan akses aman air minum dan sanitasi secara nasional,” katanya.

Beberapa pihak terkait dan berkepentingan dalam mengawal keberhasilan Program Pamsimas itu di antaranya adalah tenaga pendamping desa dari Kemendesa-PDTT, fasilitator dari Kementerian PUPR, serta kelompok KPSPAMS dari masyarakat setempat.

Desa Ulian mendapatkan bantuan program Pamsimas III pada tahun 2017 dan bantuan dana CSR asal Swiss melalui skema hand in hand. Saat ini pelayanan akses air minum dan sanitasi di desa tersebut sudah mencapai 100 persen, yang didukung sekitar 300 SR.

Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan pihak penyumbang CSR, sehingga program Pamsimas berhasil meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap air minum dan sanitasi.

“Sebelum Pamsimas masuk, tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap air minum dan sanitasi di Desa Ulian baru 23 prersen, namum semenjak program Pamsimas masuk, tingkat aksesbilitas menjadi 100 persen,” kata Made.

Pada kesempatan tersebut I Made Gianyar menyerahkan sertifikat 100 persen akses air minum dan sanitasi yang telah dicapai Desa Ulian kepada Kepala Desa Ulian, I Wayan Berana. (pspam/yss)

Print Berita