Foto: Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah sedang mencoba Kran Umum saat peresmian pembangunan sarana air bersih dan sanitasi Program Pamsimas TA 2018 di Desa Karangmojo, Guungkidul, DIY

Ketersediaan Air Bersih Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Gunung Kidul

Gunungkidul, Yogyakarta – Bupati Gunungkidul (DIY) Hj. Badingah meresmikan sarana air bersih perdesaan yang dibangun melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dipusatkan di Desa Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Rabu (30/1/2019). Peresmian pembangunan sarana air minum dan sanitasi tahun anggaran 2018 itu tersebar di 15 desa di 10 kecamatan.

"Sarana air minum dan sanitasi tersebut sudah selesai, dan seterusnya akan segera diserahkan ke masyarakat untuk dikelola dan dimanfaatkan penggunaannya," kata Bupati Gunungkidul.

Peresmian program Pamsimas itu dihadiri Pokja AMPL, Pakem, DPMU, Pamsimas ROMS Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul berserta Tim Fasilitator pendamping masyarakat, camat dan 15 perwakilan pemerintah desa berserta Satlak, KKM dan KPSPAMS.

Menurut Hj Badingah, ia mengapresiasi hasil kinerja dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat atas komitmennya untuk terus berupaya mewujudkan pembangunan instalasi maupun jaringan sarana air minum untuk masyarakat Gunungkidul. Hal tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih.

"Air bersih yang berstandar air minum merupakan kebutuhan pokok bagi semua orang sehingga mempunyai peran vital terhadap kehidupan masyarakat. Semakin berkualitas air bersih yang berstandar air minum yang dikonsumsi, akan semakin meningkatkan pula kualitas hidup masyarakatnya," katanya.

Bupati Badingah menceritakan kondisi beberapa puluh tahun lalu di Gunungkidul yang dilanda kekeringan akibat penebangan hutan yang berdampak pada rusaknya sumber mata air. Ia bersyukur Kabupaten Gunungkidul kini telah menjadi hijau kembali.

Sarana air minum dan sanitasi yang diresmikan tersebut dibangun dengan dana dari APBN, APBD, APBDes, dan swadaya masyarakat, dengan rincian dana APBN Rp 3,67 miliar, APBD Rp 710 juta, APBDes Rp 537 Juta, dan swadaya masyarakat sebesar Rp 1,05 miliar. (pspam/yss)

Print Berita