Foto: Suasana Rapat Sinkronisasi Program Penyediaan Air Baku Untuk Air Minum TA 2019 di Bogor. Rapat berlangsung 28-30 Januari 2019.

Prioritas Peyediaan Air Minum Bangun SPAM Berskala Nasional dan SPAM Regional

Bogor - Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Agus Ahyar, M.Sc mengatakan bahwa bahwa kebijakan proritas penyediaan air minum secara nasional untuk tahun 2019 hingga 2024 adalah membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berskala nasional, kemudian membangun SPAM Regional lintas-daerah (provinsi/kabupaten/kota), SPAM Perkotaan skala besar, serta pembangunan SPAM dalam penugasan khusus.

Selain itu, prioritas penanganannya haruslah berdasarkan ketersediaan air baku yang ada di wilayah setempat, serta berdasarkan kebutuhan dan permintaan sesuai dokumen Rencana Induk SPAM kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk memprioritaskan pembangunan SPAM yang sesuai dengan agenda prioritas/nasional dan sesuai dengan kesiapan dokumen perencanaan sektornya.

"Sedangkan pembangunan Sistem Ibu Kota Kecamatan dan SPAM Perdesaan oleh daerah, diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan dana daerah, baik melalui APBD, kas internal PDAM, dan atau melalui dana transfer daerah," katanya ketika berbicara pada Rapat Sinkronisasi Program Penyediaan Air Baku Untuk Air Minum TA 2019 di Bogor. Rapat berlangsung 28-30 Januari 2019.

Pada bagian lain Agus Ahyar menjelaskan, pendekatan dalam kegiatan pembangunan sistem penyediaan air minum, harus melakukan sinkronisasi sesuai ketersediaan dukungan air baku untuk air minum. Misalnya jika wilayahnya ada di dekat wilayah sungai, maka pembangunannya harus mengikuti pola wilayah sungai.

"Sedangkan untuk wilayah yang berada di luar wilayah sungai, pembangunan SPAM selayaknya dibangun di pulau-pulau kecil terluar, daerah perbatasan, kawasan rawan air atau daerah pesisir," katanya. (pspam/yss)

Print Berita