Foto: Seorang warga Desa Pulau Pinang sedang memanfaatkan air bersih melalui sambungan rumah yang dibangun melalui Program Pamsimas.

Konsep Sarana Air Minum di Desa Pulau Pinang Adopsi Program Pamsimas

Tapin, Kalimantan Selatan – Berkat Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas), warga Desa Pulau Pinang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terutama di RT 01, RT 02, tidak lagi kesulitan air bersih, termasuk di musim kemarau. Lebih dari itu, warga pun tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Kepala Desa Pula Pinang, Gupran, awal Januari 2019, saat ini warga desanya sudah bisa menikmati air bersih untuk kehidupan sehari-hari, setelah program Pamsimas menyelesaikan pembangunan sumur bor dalam, menara air, pengadaan pompa, dan jaringan perpipaan.

"Tahun 2017 lalu konstruksi pembangunan SPAM Perdesaan dimulai. Biaya yang diperlukan sekitar Rp 350 juta, yang berasal dari APBN, dana sharing APBDesa sebesar 10 persen, dan 20 persen dari kontribusi masyarakat," katanya.

Desa Pulau Pinang telah ditetapkan sebagai lokasi desa program Pamsimas III tahun 2017. Desa tersebut berada di dataran rendah perbukitan, dengan sebagian besar warganya bekerja sebagai petani karet. Luas desa sekitar 43,57 Km2, terbagi ke dalam enam RT dan tiga RW, dengan jumlah penduduk 810 KK atau 2.432 jiwa.

Sebelum adanya program Pamsimas, warga di RT 01 dan RT 02 kesulitan mendapatkan akses air minum untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saat musim kemarau tiba warga harus rela mengeluarkan uang untuk membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Warga desa sangat bersemangat ketika ada informasi masuknya program Pamsimas. Tahap demi tahap kegiatan persiapan Pamsimas dilakukan dan diikuti partisipasi masyarakat secara luas. Hasil rembug masyarakat dengan didampingi Tim Fasilitator Masyarakat menyepakati memilih opsi pembuatan sumur bor dalam dengan dilengkapi pompa dan menara air serta jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga," kata Gupran.

Gupran menambahkan, pada tahap kedua, tahun 2018 lalu, Tim Fasilitator, KKM dan Pengurus KPSPAMS Desa Pulau Pinang melakukan pertemuan untuk menjalankan program Pamsimas di RT 6 yang juga warganya mengalami kesulitan air. Hasil pertemuan disepakati untuk membangun sumur bor dalam dan menara air serta jaringan perpipaan di wilayah RT 6.

"Konsep Sarana Air Minum (SAM) di RT 6 mengadopsi secara penuh program Pamsimas, mulai dari pembangunan sumur bor dalam, pembangunan menara air, jaringan perpipaan, dan sambungan rumah. SAM tersebut dibiayai secara penuh dari APBDesa TA. 2018 sebesar Rp. 189.262.215. Terkait dengan pengelolaan sarana air minum yang dikembangkan oleh desa, KPSPAMS tetap diberi kepercayaan selaku pengelola," katanya. Program penyediaan air bersih di RT 6 mampu memenuhi kebutuhan air bagi 318 jiwa atau 106 KK. (pspam/yss)

Print Berita