Foto: Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi secara simbolis menyerahkan bantuan dana CSR untuk pengembangan sarana air minum di Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran

Sarana Air Minum dan Sanitasi Masyarakat di Pekalongan Dibiayai Dana CSR

Pekalongan - Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi secara simbolis menyerahkan bantuan dana CSR untuk pengembangan sarana air minum di Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, sebesar Rp 78 Juta diterima oleh Ketua KPSPAMS Tirta Adi Desa Botosari, 18 Desember lalu. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan Penangkap Mata Air (PMA), bak penampung dan penambahan pipa transmisi.

Desa Botosari merupakan lokasi desa Program Pamsimas II tahun 2014. Desa tersebut terbagi dalam sembilan dusun, dan yang diintervensi melalui program Pamsimas hanya empat desa. Kemudian pada tahun 2018 melalui Dana Desa, dibangun satu sistem SPAM yang melayani satu dusun. Dengan demikian, masih tersisa empat dusun lagi yang belum mendapatkan akses air minum layak.

"Untuk memenuhi pelayanan air minum di empat dusun lainnya, akan dikembangkan SPAM perdesaan dengan memanfaatkan dana CSR dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pekalongan. Dana CSR tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur utama, seperti bangunan penangkap mata air, reservoir dan sebagian pipa transmisi," kata Asip Kholbihi.

Ia menambakan, sebagian pipa transmisi lainnya rencananya akan dibiayai melalui Dana Desa, sedangkan untuk pipa distribusi dan sambungan rumah (SR) akan didanai melalui Program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP 2019) dan kredit mikro. Menurutnya, melalui berbagai sumber pendanaan tersebut, diharapkan seluruh dusun di Desa Botosari sudah mendapatkan akses air minum dan sanitasi pada tahun 2019.

Pembangunan sarana air minum dan sanitasi dalam rangka meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat sangat penting, karena secara langsung dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan secara tidak langsung mampu mengatasi masalah kemiskinan. (pspam/yss)

Print Berita