Foto: Penandatanganan Head of Agreement (HoA) KBPU SPAM Semarang Barat pada 8 Oktober 2018 lalu di Bali.

SPAM Semarang Barat Diharapkan Mampu Menekan Penggunaan Air Bawah Tanah

Semarang - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat dalam jangka panjang diharapkan dapat mencegah penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air bawah tanah. Salah satu tujuan dari pembangunan SPAM tersebut, selain untuk meningkatkan akses aman air minum kepada masyarakat, juga untuk mencegah terjadinya penurunan tanah yang semakin tajam di wilayah itu.

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Jumat (23/11/2018), SPAM Semarang Barat diharapkan selesai tahun 2020 dan bisa dinikmati masyarakat pada tahun 2021, dan sejak itu pihaknya akan menetapkan aturan pembatasan penggunaan air bawah tanah (ABT). Pasalnya, jika pengambilan ABT tidak dibatasi, dikhawatirkan penurunan tanah akan semakin tajam, dan dampak lanjutannya adalah banjir dan rob atau limpasan air laut ke daratan.

"Penurunan permukaan tanah di Kota Semarang cukup memprihatinkan, mencapai 7 cm hingga 10 cm per tahun. Jadi tujuan lain dari pembangunan SPAM Semarang Barat ini adalah untuk mengatasi terjadinya penurunan tanah. Nanti, kalangan industri, hotel, bandara, dan pelabuhan harus menggunakan air yang dipasok PDAM, tidak boleh lagi menggunakan air bawah tanah," katanya.

Walikota Semarang menjelaskan bahwa total investasi Proyek SPAM Semarang Barat mencapai Rp 1,2 triliun, dan akan segera dimulai pekerjaannya tahun 2019. Pada saatnya, SPAM tersebut akan mengaliri 60 ribu kepala keluarga di wilayah Barat Kota Semarang dan air dari keran tersebut dapat langsung diminum.

Pembangunan SPAM di Jawa Tengah itu juga dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang akan mengairi 60 ribu KK di Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

Proyek tersebut dilaksanakan pembangunannya menyusul ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) KPBU SPAM Semarang Barat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada 8 Oktober 2018 lalu. SPAM tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.000 liter per detik.

Walikota Semarang menambahkan bahwa permasalahan kelangkaan air bersih di Semarang merupakan salah satu keluhan tertinggi oleh masyarakat. Faktornya karena musim kemarau yang menyebabkan cadangan air baku berkurang dan perbaikan pipa sering terjadi. "Apabila SPAM Semarang Barat selesai, maka akan teratasi, karena air bakunya memanfaatkan waduk Jatibarang," katanya.

Rencananya, selain SPAM Semarang Barat, akan dibangun juga SPAM Jatisari dan SPAM Pudak Payung, tujuannya untuk memperluas jangkauan air bersih yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Keberadaan SPAM Semarang Barat juga dalam rangka mewujudkan akses universal, 100 persen kebutuhan air di Kota Semarang terpenuhi. SPAM Semarang Barat akan menghasilkan 1.000 liter/detik, mengairi 60.000 hingga 70.000 sambungan baru, meliputi 31 kelurahan dan tiga kecamatan," katanya. (pspam/yss)

Print Berita