Foto: Bupati Bulungan, H. Sudjati memberi pengarahan pada kegiatan Pelatihan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) se-Kabupaten Bulungan, di Tanjung Selor, Jumat (9/11/2018).

Sarana Pamsimas Harus Dikembangkan Agar Bermanfaat Bagi Masyarakat

Tanjung Selor – Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak tergantikan, karena itu semua pihak harus berupaya memelihara dan mengembangkan sarana penyediaan air minum dan sanitasi yang telah dihasilkan melalui Program Pamsimas.

Pemeliharaan sarana terbangun tersebut penting dan wajib dilakukan oleh masyarakat, sehingga dana yang telah digelontorkan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat, tidak mubazir, sebaliknya memberi manfaat terus-menerus bagi masyarakat desa.

Harapan tersebut dikemukakan Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, H. Sudjati ketika memberikan pengarahan pada kegiatan Pelatihan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) se-Kabupaten Bulungan, di Tanjung Selor, Bulungan, Jumat (9/11/2018).

Pelatihan selama empat hari itu diikuti sepuluh KP-SPAMS se-Kabupaten Bulungan yang dibentuk melalui Program Pamsimas yang dilaksanakan di Kabupaten Bulungan pada tahun anggaran 2017.

“Dengan terpeliharanya sarana air minum dan sanitas berbasis masyarakat tersebut, maka manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara terus-menerus atau berkelanjutan,” katanya.

Bupati juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk memikirkan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk melakukan peningkatan dan pengembangan sarana lebih lanjut, sehingga masyarakat desa dapat menikmati air bersih yang terjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya.

Sementara itu Koordinator Pamsimas Kabupaten Bulungan, Aris Ma’mun Riyadie menjelaskan bahwa Pelatihan KP-SPAMS merupakan bagian dari Program Pamsimas III di Kabupaten Bulungan untuk desa-desa yang telah melaksanakan kegiatan fisik di tahun 2017.

“Tahun 2017 sebanyak 10 desa telah menyelesaikan kegiatan fisik dengan baik, dan telah dibentuk Pengurus KP-SPAMS. Saat ini terdapat 20 KP-SPAMS di Kabupaten Bulungan, sepuluh di antaranya dibentuk pada kegiatan Pamsimas Tahun 2018 yang saat ini pembangunan fisiknya tengah berlangsung,” katanya.

Setelah acara pelatihan KP-SPAMS dan kegiatan Workshop Keberlanjutan KP-SPAMS dan Pengembangan Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan Kabupaten Bulungan, dilanjutkan musyawarah pengurus KP-SPAMS yang hadir untuk membentuk wadah di tingkat kabupaten.

Seluruh pengurus KP-SPAMS tingkat desa sepakat membentuk Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan “Sungai Kayan Mandiri” Kabupaten Bulungan, dan sekaligus menunjuk kepengurusan, yaitu Hengky Aan Lesmana (Ketua), Marvendi Ebo (Sekretaris), dan Purneli (Bendahara). (pspam/yss)

Print Berita