Foto: Para peserta sedang mengikuti Rapat Koordinasi Program Pamsimas Bali yang diselenggarakan Satker Pengembangan SPAM Provinsi Bali di Tabanan (12-13/11/2018).

Pamsimas III Bali Targetkan 265 Desa Sasaran Bagi 396.446 jiwa

Tabanan – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Provinsi Bali dilaksanakan di tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Tabanan, Gianyar, Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem dan Klungkung.

Target Program Pamsimas III di Bali dalam kurun waktu 2017-2019 adalah sebanyak 265 desa sasaran, dengan target tambahan pemanfaat air minum sebanyak 396.446 jiwa. Sedangkan jumlah target yang didanai dari hasil kolaborasi dengan sumber pendanaan lain sebanyak 621.521 jiwa.

Ha itu mengemuka saat berlangsungnya Rapat Koordinasi untuk memperkuat kemitraan dalam Program Pamsimas guna mendukung pencapaian akses universal air minum yang diselenggarakan oleh Satker Pengembangan SPAM Provinsi Bali di Tabanan (12-13/11/2018).

Rakor diikuti 121 peserta, dihadiri Ketua dan anggota PPMU Pamsimas Provinsi Bali, ROMS-10 Pamsimas Provinsi dan Kabupaten, DPMU Pamsimas, Satker PIP, Fasilitator Senior dan Fasilitator Masyarakat dari tujuh kabupaten pelaksana Program Pamsimas di Bali.

Menurut Wakil Ketua CPMU Pamsimas, Ir. Essy Asiah, MT dalam sambutannya mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat terlibat dalam penyelenggaraan program Pamsimas; mulai dari sosialisasi, pemicuan, penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM), pelaksanaan, pemanfaataan dan pengelolaan sarana.

“Semua pihak harus menjaga keberlanjutan program Pamsimas, artinya SPAMS yang terbangun harus dimanfaatkan oleh  masyarakat dan berfungsi secara optimal, serta didukung dengan kelestarian lingkungan.

Kemudian, KP-SPAMS harus aktif melaksanakan tugas dan fungsinya, dan memiliki aturan dalam pengelolaan SPAM, serta diterapkannya iuran/tarif pelayanan air minum dan sanitasi dengan menggunakan prinsip ‘full cost recovery’.

“Terakhir, diharapkan adanya dukungan dari pemerintah kabupaten/pemerintah desa untuk pengelolaan dan pengembangan SPAMS bagi seluruh warga desa,” katanya.

Ia menjelaskan hahwa Program Pamsimas merupakan salah satu upaya dalam mencapai target akses 100 persen air minum aman dan sanitasi layak di wilayah perdesaan pada akhir tahun 2019 sesuai RPJMN 2015-2019.

Setelah rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang berhasil menggandeng kemitraan dengan perusahaan setempat melalui pemanfaatan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dalam pengembangan sarana yang dibangun melalui program Pamsimas.

Program Pamsimas Kabupaten Tanah Bumbu d antaranya memperoleh sumber pendanaan CSR PT Borneo Indo Bara, PLN dan Bank BNI.

Keberhasilan menggalang dana dari sumber lain tersebut merupakan hasil kolaborasi para pelaku Program Pamsimas Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu juga berhasil meloloskan peraturan daerah khusus (Perdasus) Pamsimas, yaitu “Perda TJSLP” atau Perda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan melalui strategi kebijakan daerah “SATU WASAKA“ atau “Sanitasi dan Air Minum Tuntas Waja Sampai Kaputing”. (pspam/yss)

Print Berita