Foto: Para peserta serius mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan TA 2018, Perencanaan TA 2019 serta Keberlanjutan dan Kinerja Fasilitator Program Pamsimas III Provinsi Bengkulu Tahun 2018 di Bengkulu, Kamis (15/11/2018)

Tahun 2019, Seluruh Desa Pasca-Pamsimas Harus Dikelola Dengan Baik

Bengkulu  - Dalam rangka keberlajutan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), pada tahun 2019, seluruh desa pasca-program Pamsimas harus memiliki manajemen pengelolaan yang baik dan tertata.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Satker Pengembangan SPAM Provinsi Bengkulu, Dolly Agus Setyawan, saat memberi pengarahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan TA 2018, Perencanaan TA 2019 serta Keberlanjutan dan Kinerja Fasilitator Program Pamsimas III Provinsi Bengkulu Tahun 2018 di Bengkulu, Kamis (15/11/2018).

“Seluruh desa pasca-program Pamsimas harus tertib administrasi dalam pengelolaannya, memiliki pembukuan yang rapi dan iuran yang jelas dari setiap warganya,” katanya.

Dengan demikian, menurut Dolly Agus, keberlanjutan program Pamsimas dapat dipastikan dan tidak berhenti pada proses pelaksanaan pembangunan, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, komitmen pelaku program Pamsimas, yaitu para Fasilitator, sebagai kepanjangan tangan Satker dalam mendampingi desa sasaran, dapat dilihat dari keberlanjutan manfaat program Pamsimas terhadap masyarakat.

Sebanyak 90 peserta yang merupakan tim fasilitator, Tim PPMU Provinsi Bengkulu, Koordinator Provinsi dan Tim ROMS 6 menghadiri kegiatan rapat kerja tersebut.

Pada bagian lain pengarahannya, Kepala Satker PSPAM Bengkulu menjelaskan bahwa rakor juga bertujuan untuk membahas percepatan progres desa sasaran TA 2018, penyusunan usulan desa sasaran TA 2019, dan keberlanjutan desa-pasca program Pamsimas.

“Selain itu, rakor ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai evaluasi berkala dan berjenjang, sehingga semua desa sasaran Pamsimas dapat terkendali dengan baik, yang pada akhirnya dapat mendukung pencapaian akses universal air minum di akhir tahun 2019,” katanya.

Ia menambahkan bahwa akhir Oktober merupakan batas akhir pengajuan usulan desa sasaran TA 2019, dan akhir November 2018 menjadi batas akhir dari seluruh desa sasaran TA 2018 untuk menyelesaikan Rencana Kerja Masyarakat (RKM).

Rapat koordinasi dilaksanakan selama tiga hari, dan salah satu agendanya adalah melakukan kunjungan lapangan ke desa percontohan pasca-program Pamsimas di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. (pspam/yss)

Print Berita