Foto: Suasana berlangsungnya acara Rapat Sosialisasi Pamsimas III Tahun 2020 di Kabupaten Bima yang antara lain membahas percepatan program Pamsimas TA 2019 dan persiapan program Pamsimas TA 2020.

Tahun 2020 Kabupaten Bima Targetkan 20 Desa Sasaran Program Pamsimas

Bima – Pemerintah Kabupaten Bima menargetkan pada tahun 2020 sebanyak 20 desa memperoleh penetapan sebagai desa sasaran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang merupakan program nasional untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat desa.

Hal itu dikemukakan Kepala Bappeda Kabupaten Bima Drs H. Muzakkir, M.Sc ketika memberikan penjelasan pada acara Sosialisasi Program Pamsimas III Tahun Anggaran 2020 di Kantor Bupati Bima, Selasa (30/07/2019). Acara itu bertujuan untuk melakukan percepatan akses air minum dan sanitasi dan menyiapkan pelaksanaan Pamsimas III TA 2020.

“Saat ini capaian akses air minum di Kabupaten Bima sebesar 87,3 persen, sedangkan akses terhadap sanitasi layak mencapai 91,32 persen, dengan kepemilikan jamban sebanyak 64 persen,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa program Pamsimas mulai melakukan kegiatan di Kabupaten Bima pada tahun 2014. Hingga tahun 2019, dari 191 desa yang ada di kabupaten itu, sebanyak 74 desa yang tersebar di 18 kecamatan, sudah memperoleh program Pamsimas, sehingga saat ini semakin banyak warga desa sudah terlayani air bersih setiap waktu dan langsung ke rumah-rumah melalui sambungan rumah.

Acara Sosialisasi Program Pamsimas TA 2020 itu antara lain mengundang para camat, kepala desa calon penerima program Pamsimas, badan permusyawaratan desa (BPD), dinas terkait, dan konsultan pendamping kabupaten, termasuk District Coordinator Pamsimas dan seluruh Tim Fasilitator Masyarakat (TFM).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Drs H.M. Taufik, M.Si saat memberikan pengarahan pada acara tersebut menyatakan dukungannya terhadap program nasional Pamsimas dilaksanakan di Bima.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar manusia, karena itu Pemkab Bima sangat mendukung program pelayanan air minum dan sanitasi untuk masyarakat desa, karena pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, program Pamsimas sebagian besar dibiayai oleh dana APBN, namun harus ada kontribusi melalui dana APBD, APBDes dan kontribusi masyarakat. “Jadi pemerintah desa harus siap mengalokasikan dana desa sesuai ketentuan,” katanya.

Sekda Kabupaten Bima menyontohkan Desa Oi Bura di Kecamatan Tambora yang berani menganggarkan APBDes hingga mencapai Rp 500 juta untuk dana sharing program Pamsimas TA 2019 demi untuk mewujudkan pelayanan 100 persen akses aman air minum dan sanitasi layak.

“Program Pamsimas mengedepankan pemberdayaan masyarakat. Karena ada kontribusi masyarakat dan dana APBDes, maka diharapkan dapat membangkitkan semangat kegotong royongan dan memupuk rasa memiliki, sehingga akan melahirkan kepedulian dalam pemeliharaan sarana yang sudah dibangun,” katanya. (pspam/yss)

Print Berita