Foto: Pejabat Pemerintah Kabupaten Tanah Bambu, Kalsel, berfoto bersama perwakilan dari PT Sinar Mas Group dan pihak terkait seusai serah terima SPAMS Perdesaan Desa Sebamban Baru, Kabupaten Tanah Bambu yang yang telah dikembangkan melalui dana CSR perusahaan.

Dana CSR Dukung Pengembangan SPAMS Perdesaan Pamsimas di Tanah Bambu

Tanah Bambu - Keberlanjutan dan pengembangan desa yang telah memperoleh dana program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan pemerintah provinsi, namun juga menjadi tanggung jawab pemerintah desa, masyarakat dan kalangan duniai usaha melalui dana CSR.

Hal itu dikemukakan Staf Ahli Sesda Kabupaten Tanah Bumbu, Andy Aminudin, ketika memberikan sambutan pada acara peresmian SPAMS Perdesaan Program Pamsimas di Desa Sebamban Baru, Batulicin, Kabupaten Tanah Bambu, Kalimantan Selatan, yang telah dikembangkan melalui dana CSR dari PT Sinar Mas Group. Acara berlangsung pada Senin (29/7/2019).

Bantuan dana CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) dari perusahaan perkebunan tersebut  sejak tahun 2018 telah mencapai lebih dari Rp 3,5 miliar, khusus untuk program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat serta bidang kesehatan, termasuk di dalamnya untuk pengembangan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi.

Bantuan tersebut disalurkan ke empat desa, yaitu Desa Sebamban Lama dan Sebamban Baru di Kecamatan Sungai Loban, dan Desa Banjarsari dan Sumber Baru di Kecamatan Angsana. Keempat desa tersebut merupakan desa lokasi program Pamsimas di Kabupaten Tanah Bumbu.

Perwakilan dari PT Sinar Mas Group, Dindin Makinudin, menjelaskan, bantuan CSR dimanfaatkan untuk optimalisasi dan pengembangan SPAMS perdesaan di lokasi desa Pamsimas, yaitu untuk peningkatan kapasitas SPAMS dan penambahan sambungan rumah (SR) sebanyak 1.020 SR yang tersebar di empat desa.

“Bantuan CSR tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitarnya, khususnya di sektor pengembangan pelayanan air minum dan sanitasi. Kami melakukannya melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola program Pamsimas dan masyarakat,” katanya.

Andy Aminudin yang mewakili Bupati Tanah Bumbu memberikan apresiasi tinggi kepada perusahaan untuk mengembangkan SPAMS perdesaan di lokasi desa Pamsimas. Menurutnya, pemilihan kegiatan CSR perusahaan sangat tepat dalam mensinergikan program-program pemerintah daerah yang sudah berjalan.

Dikemukakan, bantuan CSR untuk pengembangan dan keberlanjutan SPAMS perdesaan terbukti mampu meningkatkan Indeks Pembanguan Manusia (IPM) dan mencegah resiko stunting, selain semakin banyaknya warga desa yang terlayani air bersih.

“SPAMS Perdesaan melalui program Pamsimas yang telah dibangun Pemerintah Pusat harus terus dikembangkan sehingga jumlah sambungan rumah yang mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga desa akan semakin banyak, dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pengembangan air minum dan sanitasi perdesaan sudah masuk dalam dokumen RPJM Desa dan RKP Desa, sehingga semua pihak terkait, yaitu pemerintah desa, KKM, KP-SPAMS, Asosiasi Pengelola SPAMS Perdesaan, dunia usaha dan masyarakat dapat terlibat dalam pengembangannya melali APBDes.

“Tinggal bagaimana kita menangkap peluang yang ada dan dapat mengoptimalkan peran serta dunia usaha agar tertarik dan mau mendukung endanaan sektor air minum dan sanitasi perdesaan,” katanya.

Kabupaten Tanah Bumbu merupakan salah satu dari 11 kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang menjadi lokasi kegiatan Pamsimas, dan dianggap berhasil menggaet pihak swasta untuk mendanai sektor air minum dan sanitasi perdesaan. (pspam/yss)

Print Berita