Foto: Salah satu Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) desa hasil pembangunan Program Pamsimas di Kabupaten Demak. Pamsimas merupakan program nasional melalui Kementerian PUPR untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap air minum dan sanitasi layak.

Air Bersih Pamsimas Sudah Mengalir di 133 Desa di Kabupaten Demak

Demak – Hingga akhir tahun 2018 sebanyak 133 desa di Kabupaten Demak sudah dialiri air bersih program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dan tahun anggaran 2019 ini akan ada tambahan 30 desa lagi, sehingga di akhir tahun 2019 sudah 163 desa dari 243 desa di Kabupaten Demak yang terlayani program Pamsimas.

“Kami menargetkan setiap tahun ada tambahan 30 desa yang terfasilitasi program Pamsimas, sehingga total 163 desa terlayani air bersih Pamsimas,” kata Bupati Demak M. Natsir saat memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Pamsimas Kabupaten Demak TA 2019 di Demak, Selasa (30/7/2019).

Kegiatan Sosialisasi Program Pamsimas Kabupaten Demak TA 2019 diikuti  52 kepala desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Demak yang mewakili desa-desa calon penerima program Pamsimas.

Dikemukakan bahwa untukk memperoleh Program Pamsimas, pemerintah daerah dan pemerintah desa berkewajiban menyediakan dana pendamping dan dana partisipasi masyarakat, dengan harapan ada pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program, termasuk dalam pengelolaan manajemen Pamsimas.

“Keberadaan program Pamsimas menjadi pintu bagi pemerintah desa untuk bisa menerima bantuan lainnya dari Pemerintah Pusat. Melalui Pamsimas, masyarakat desa di masa datang dapat mengakses program hibah bantuan air dan hibah bantuan sanitasi yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya.

Menurut bupati, Pamsimas merupakan program nasional yang telah terbukti memberikan manfaat besar bagi peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Tujuan Pamsimas yang mendasar adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi layak bagi seluruh masyarakat desa, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sangat diharapkan program Pamsimas dapat meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak melalui pendekatan berbasis masyarakat, selain meningkatkan perilaku hidup bersih, sehat, dan menurunkan penyebaran penyakit,” katanya.

Bupati M. Natsir memuji program Pamsimas yang menyediakan dukungan investasi fisik yaitu pembangunan sarana dan prasarana, termasuk investasi nonfisik berupa dukungan teknis dan peningkatan kapasitas.

“Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia, dan akses air minum dan sanitasi merupakan infrastruktur dasar yang sangat penting dalam membangun manusia yang sehat dan sejahtera. Karena itu, Pemkab Demak memberikan perhatian yang tinggi terhadap sektor air minum dan sanitasi,” katanya. (pspam/yss)

Print Berita